Ruang keluarga rumah Elias terasa senyap. Sarah, Elias, juga Hamish, duduk berkumpul dengan menutup mulut.Di tangan Elias, surat hasil tes DNA digenggamnya erat-erat dengan sorot mata kosong mengarah ke lantai.Sepulang dari pemakaman Marissa, Elias dan Sarah bergegas kembali ke Singapura. Mereka begitu terburu-buru apalagi saat mendengar bahwa hasil tes sudah keluar.Hamish atau siapa pun tak ada yang memberi tahu lebih awal. Sengaja, agar Elias membaca langsung hasil tes tersebut.“Jadi … anak itu … cucuku?” Sarah akhirnya membuka mulut. Suaranya bergetar, masih dengan ekspresi linglung.Bagi wanita tua itu, semua yang terjadi terlalu beruntun, terlalu mendadak. Dar der dor hingga rasanya tak sempat untuk menarik napas dengan benar.Dari sejak ia mengetahui tingkah nyeleweng Marissa, dilanjut dengan ramai keluarganya digunjingkan tak habis-habis, rencana perceraian Elias, kecelakaan Marissa, kematian, dan sekarang kenyataaan bahwa bayi itu adalah darah dagingnya juga.“Oooohh, Tuha
آخر تحديث : 2026-02-06 اقرأ المزيد