Shaynala pulang dengan hati yang terasa riang. Senyum sesekali terbit tanpa sadar dan hal itu tak luput dari perhatian Hamish.Dari sejak menjemput Shaynala dari rumah Hanny, Hamish tak henti memperhatikan tindak tanduk putrinya itu. Bahkan saat di meja makan seperti sekarang pun, Shaynala masih sering tersenyum sendiri.Hamish ingin bertanya, tetapi masih ditahannya. Takut membuat gadis itu tertekan dan akhirnya tak mau cerita. Walaupun sesungguhnya ia sangat penasaran luar biasa.Bukan tanpa sebab karena Hamish baru melihat gerak-gerik Shaynala yang seperti itu.“Apa ada hal yang membuatmu senang, Nala?” tanya Hamish pada akhirnya. Lidahnya gatal sekali. Tak kuasa untuk tak bertanya.Shaynala yang semula tengah tersenyum, perlahan melipat bibirnya, lalu pura-pura sibuk menyendok isi piring makan malamnya.“Kamu pasti senang karena ada aku, kan?” Arsen yang juga ikut makan malam nyeletuk dengan kepedeannya yang menyundul langit itu.“Aku juga senang, Nala,” sambungnya sambil terseny
閱讀更多