Clara memasang ekspresi malas. Rendra berkata pelan, "Hm, nggak pengaruh lagi. Semua sudah berlalu."Mendengar jawaban Rendra, Clara pun merasa lega dan menutup mata. Dengan suara sangat pelan, dia berkata, "Hm, kalau begitu kamu istirahat lebih awal."Wajahnya tampak indah, kulitnya juga putih mulus. Cahaya lampu yang redup menerangi kamar dan wajahnya, menghadirkan suasana yang hangat.Rendra mengangkat tangan dan menyibakkan anak rambut di dahi Clara, lalu berkata dengan lembut, "Baru kemarin aku janji sama Nenek kalau tahun ini kita akan hamil. Hari ini kamu malah tidur duluan tanpa nunggu aku?"Tanpa membuka mata, Clara menjawab datar, "Itu kamu yang janji, bukan aku."Saat makan di rumah lama tadi malam, semua pertanyaan Miskah dihindarinya dengan halus, tanpa memberi jawaban yang jelas sedikit pun.Dalam keadaan setengah mengantuk, Clara mengangkat tangan kanannya dan menahan Rendra saat pria itu hendak menciumnya. Clara tidak membiarkannya mencium.Tanpa membuka mata, dia hanya
Read more