MasukMendengar keributan, ibunya Yovan juga keluar. Sembari tertawa, Rachel pun menceritakan hal itu pada ibunya Yovan."Kiana bilang dia juga mau menikah di tanggal 26. Pria yang mau dia nikahi adalah Tristan Sagara, tuan muda Grup Sagara!"Rachel tertawa terbahak-bahak sampai tidak punya tenaga untuk bicara lagi. "Lucu sekali, 'kan?"Ibunya Yovan juga tertawa, bahkan lebih berlebihan daripada Rachel dan Susan. Tawanya terdengar parau dan bergetar."Kamu? Kamu mau menikah dengan Tristan? Grup Sagara punya Keluarga Sagara itu? Tristan dari Keluarga Sagara? Haha. Meski kamu bercanda, juga harus ada batasnya!"Kiana membiarkan mereka tertawa. Mereka mengira dia sedang bercanda, tetapi di matanya saat ini, merekalah yang pantas ditertawakan."Menantu perempuan yang dipilih Keluarga Sagara pasti punya latar belakang yang luar biasa. Sebagai karyawan mereka, meski aku nggak tahu siapa dia, pastinya bukan orang miskin sepertimu!" ejek Susan."Keluarga Sumargo bahkan memandang rendah orang seperti
"Kiana, aku sudah tunggu kamu dari tadi. Kenapa kamu baru pulang?"Kiana mengangkat alisnya sambil menatap Susan dan Rachel, yang baru saja mengikutinya. "Buat apa kamu tunggu aku?"Susan menggosok-gosokkan tangannya. "Itu ... aku benar-benar nggak bermaksud menabrakmu hari itu. Bisa nggak kamu nggak biarkan aku ganti rugi?"Kiana memiringkan kepalanya dan memandang Susan dari atas ke bawah. "Bukannya kamu begitu sombong sebelumnya? Apa yang terjadi sekarang? Karena nggak punya uang buat ganti rugi, kamu nggak berani sombong lagi?""Kita memang punya salah paham sebelumnya.""Salah paham?" Kiana mencibir. "Kamu kasih Rachel empat juta untuk menuduhku mencuri ponselmu adalah kesalahpahaman? Mengancam ayahku berlutut di tengah hujan lebat adalah kesalahpahaman? Menyebutku sebagai simpanan di sekolah juga kesalahpahaman?""Aku ....""Dari mana kamu punya keberanian untuk memohon agar aku mengampunimu?""Aku yang salah. Aku minta maaf, bukankah itu sudah cukup?""Cuih! Jangankan minta maaf
Setelah Nathan selesai dipukuli Tristan, sekarang giliran Luis yang dihajar kakaknya.Saat Luis naik ke lantai tiga dan melihat Nathan meringkuk di pojok, mencerna kesedihannya sendiri, untuk pertama kalinya, dia sedikit memahami Nathan.Anak kedua adalah makhluk paling sengsara di dunia ini, terutama jika mereka punya kakak laki-laki atau kakak perempuan yang jago bertarung ....Selesai mendisiplinkan adik laki-lakinya, Kiana kemudian didisiplinkan oleh Tristan.Di atas ranjang besar itu, pakaiannya sudah setengah terlepas. Dia sudah menyerah di bawah serangan gencar pria itu."Um ... Jangan ... jangan begitu ....""Sayang aku yang salah ....""Uh ... aku tersiksa sekali ... aku pengin ...."Dia berpegangan erat pada bahu pria itu, merasa seolah tubuhnya benar-benar di luar kendalinya, didominasi dan dinikmati olehnya, bahkan Kiana dengan antusias menawarkan dirinya pada pria itu.Dia sudah sangat terangsang dan ingin pria itu meredakan hasratnya, tetapi pria itu tidak mau memberikann
Jordi mengangguk. "Penilaian Adik tentangku sangat akurat."Nia tersenyum dan mengusap dahinya. "Nathan, aku percaya sama suamiku, tapi apa pun yang terjadi, ini bukanlah urusanmu. Aku juga nggak akan menyukaimu.""Aku lebih muda darinya, lebih tampan darinya, lebih mencintaimu darinya, dan memperlakukanmu lebih baik darinya. Kenapa kamu nggak menyukaiku!" Mata Nathan memerah."Nathan!" Tristan bangkit, lalu meraih bahu Nathan, dan membawanya keluar."Tristan, nggak apa-apa. Kami nggak keberatan kok," kata Nia dengan cepat. Dia takut Tristan memukuli adiknya."Kalian nggak keberatan, tapi aku keberatan. Aku nggak bisa kehilangan muka seperti ini!""Siapa yang sudah kupermalukan? Cintaku adalah yang paling mulia. Aku ... Ah, sakit sekali!"Di tengah jeritan Nathan, Tristan pun menyeretnya keluar.Luis menyadari kesalahannya, jadi dia mengikuti dari belakang.Sebelum pergi, Kiana berulang kali meminta maaf kepada Nia dan Jordi. Dua anak kecil mungkin tidak tahu apa-apa, tetapi orang dewa
"Kenapa kalian ada di sini?"Saat melihat Kiana dan adiknya, Tristan sangat terkejut.Namun, sebelum Kiana membuka mulutnya, Luis sudah mendahuluinya."Kamu sudah daftar nikah sama kakakku, pesta pernikahan kalian juga tinggal beberapa hari lagi! Tapi apa yang kamu lakukan? Kamu selingkuh sama wanita lain! Tristan, kamu terlihat begitu terhormat, tapi kamu sungguh bejat!""Luis, diamlah. Biar aku yang bicara dengannya!" Kiana mencoba menghentikan Luis."Apa lagi yang mau kamu bicarakan dengannya? Ceraikan dia sekarang juga!""Kami ....""Jangan-jangan kamu nggak tega meninggalkannya? Dia selingkuh darimu! Kiana, hargai dirimu sendiri! Ada banyak pria di dunia ini, apa kamu ngotot mau dia seorang? Kalau dia orang baik, aku juga nggak akan ikut campur, tapi dia bukan!"Kiana sama sekali tidak bisa menghentikan Luis. Dia mengalihkan pandangannya ke arah Tristan. Awalnya, pria itu memang sempat terkejut, tetapi pria itu tertawa sekarang. Bahkan, menyilangkan tangannya, seolah sedang menont
Ini pertama kalinya Kiana merasakan ketidakpedulian Tristan. Apalagi, semua itu terjadi begitu tiba-tiba dan tanpa peringatan. Dia tidak tahu harus bereaksi seperti apa.Entah bagaimana dia bisa keluar dari Gedung Sagara. Setelah dia keluar dan sinar matahari menyinarinya, dia baru perlahan kembali merasa hangat.Tidak boleh seperti ini.Bisa-bisanya dia mengembangkan perasaan terhadap pernikahan yang hanya didasarkan pada kepentingan semata. Bukankah ini tindakan bodoh dan akan merugikan dirinya?Dia harus segera menarik diri dari situasi ini secepatnya.Setelah kembali ke vila, Kiana menghabiskan sepanjang sore untuk menenangkan diri. Kemudian, dia mengirim pesan pada Tristan dan mengatakan dia ingin berbicara dengannya.[Malam ini nggak bisa.]Kiana mengerutkan kening. Malam ini tidak bisa karena dia harus menemui wanita pujaannya, tetapi Kiana juga tidak bilang harus malam ini.[Besok saja.][Oke.]Setelah menenangkan diri, Kiana pun makan malam. Saat dia bersiap untuk beristirahat







