Share

Bab 204

Author: Janice Sinclair
Luis mulanya mengambil garpu dan berniat untuk memakan steik. Namun setelah mendengar ini, dia melemparkan garpu itu kembali ke piringnya dengan bunyi dentang, lalu menatap Tristan dengan ekspresi dingin.

"Apa Kiana itu pilihan pertamamu untuk menikah?"

Tristan mengangkat alisnya. "Meski nada bicaramu nggak sopan, aku bisa menjawabmu. Ya."

"Karena dia bodoh?"

"Kakakmu sama sekali nggak bodoh."

"Jadi, apa yang kamu inginkan darinya?"

"Aku menginginkan seluruh dirinya."

"Kamu nggak mencintainya."

"Dari mana kamu tahu aku nggak mencintainya?"

"Hmph. Kalian berdua kenal belum sampai sebulan, 'kan?"

"Apa cinta bisa diukur dengan waktu?"

"Kamu pikir kamu sangat hebat?"

"Aku lebih tua sembilan tahun darimu."

"Jadi?"

"Setidaknya, aku nggak akan mengajukan pertanyaan kekanak-kanakan seperti ini."

Meski mereka tidak beradu mulut, bukan berarti Luis sudah puas. Dia kembali menatap Tristan dengan tajam.

Bibir Tristan melengkung ke atas. Pandangannya beralih ke samping, memperhatikan barang-barang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 226

    Di babak selanjutnya, Yovan kembali kalah.Orang-orang di sekitar mulai bersorak, "Lepas! Lepas!"Wajah Yovan memerah saat menatap celana dalamnya yang tersisa. Tangannya refleks mencengkeram erat. Dia melirik semua orang. Yang lainnya masih berpakaian lengkap, terutama Tristan yang duduk di seberangnya, yang belum pernah kalah sekalipun ....Ini, ini tidak benar!"Ka ... kalian pasti curang!" teriak Yovan dengan marah.Begitu kalimat ini dilontarkan, suasana tiba-tiba menjadi dingin.Melvin mengerutkan kening. "Yovan, kamu yang berinisiatif menghampiri kami dan mau main sama kami. Kami nggak memaksamu, 'kan?"Yovan terdiam dan tidak bisa membantah."Di saat kamu terus-terusan kalah dan harus melepas celanamu, aku sarankan kamu agar berhenti bermain, tapi apa kamu ada dengar?"Yovan makin membisu.Melvin mencemooh. "Karena kalah, kamu jelek-jelekkan orang lain. Orang macam apa kamu!""Aku ....""Ngaku pria dewasa, tapi omongannya nggak bisa dipegang. Kalau kamu nggak sanggup main, jang

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 225

    "Oh ya, ibuku bilang kamu mau menikah dengan Tristan?""Kamu nggak ucapkan selamat padaku?""Haha!" Yovan tertawa geli. "Aku akan menghadiri acara Tristan malam ini. Dia akan membawa istrinya ke sana. Aku yakin, sebagai 'Nyonya Sagara', kamu bahkan nggak tahu di mana acara itu diadakan, 'kan?"Kiana mengangguk. "Aku memang nggak tahu.""Kamu palsu, tentu saja kamu nggak tahu!" Yovan mendecakkan lidah dan menggelengkan kepalanya. "Kiana, kamu dulu terlalu memandang tinggi dirimu. Selain aku, nggak ada orang lain yang akan mencintaimu, apalagi menikahimu!""Kamu terlalu memandang tinggi dirimu sendiri. Asal kamu tahu saja, meski Grup Sagara sudah gila dan memberimu proyek jalan komersial itu, kamu juga tetap akan mengacaukannya!""Kamu selalu meremehkanku!""Apa ada sesuatu dalam dirimu yang patut kuhargai?""Kiana, tunggu saja!""Oke, kutunggu!"Tepat di saat Kiana hendak pergi, Rachel berlari keluar dan menghentikannya."Suamiku, anak kita baru saja menendangku. Dia pasti nggak ingin k

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 224

    "Kamu mau universitas ini ditutup secepatnya?"Abram mendengus dingin.Kiana tidak menggubrisnya dan melanjutkan, "Terus, di saat perhatian semua orang tertuju pada masalah ini, aku akan merilis rekaman CCTV universitas agar publik bisa melihat bagaimana pihak universitas menanggapi keadaan darurat seperti itu dan seberapa kuat kemampuan medis universitas. Setelah itu, kita akan menggunakan aspek medis untuk pemasaran.""...""Anak-anak memilih universitas lansia untuk orang tua mereka agar mereka bisa menikmati masa tua mereka, tapi mereka lebih khawatir apa para lansia bisa menerima perawatan medis tepat waktu di saat mereka nggak enak badan di universitas."Bicara sampai di sini, Kiana bertepuk tangan."Seperti yang kamu katakan, fasilitas medis di universitas lansia itu sangat lengkap dan para dokternya sangat berpengalaman serta kompeten. Terlebih lagi, setelah diberi perawatan, pria tua itu juga nggak dalam bahaya. Kelak, kalau ayahku ingin masuk ke universitas lansia, aku pasti

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 223

    "Ayah, tehnya sudah dingin. Bisakah Ayah mengambilkan teh panas?" kata Kiana sambil menatap Pak Ishan.Pak Ishan sangat gembira karena tiba-tiba dipanggil 'Ayah', tetapi dia buru-buru menjawab, "Oke, oke, aku akan segera pergi."Dia buru-buru mengambil teko dan keluar, tetapi begitu keluar, pikirannya menjadi jernih.Menantu perempuannya sengaja mengusirnya."Silakan duduk." Kiana mempersilakan Abram untuk duduk, lalu dia sendiri juga duduk di sofa di seberangnya."Ishan bilang kamu sangat berkemampuan. Dia bahkan berpikir untuk mempercayakan Grup Januar kepadamu kelak, tapi kenapa aku nggak tahu kamu punya kemampuan seperti itu?" Nada bicara Abram masih terdengar meremehkan."Mungkin kamu perlu kacamata baca.""Maksudmu, penglihatanku buruk?""Apa kamu nggak merasa sedikit familier denganku?"Setelah mendengar kata-kata itu, Abram menatap Kiana lagi, tetapi pria tua itu jelas tidak mengenalinya."Namaku Kiana Liman.""Hmph. Namamu sangat terkenal? Jadi, aku harus pernah dengar?""Buka

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 222

    "Guru, aku selalu menghormatimu, tapi perkataanmu ini sudah keterlaluan." Ishan mengerutkan kening.Abram menghela napas. "Kita semua tahu kalau Gina menyukai Tristan sejak kecil, tapi entah kenapa, mereka berdua sepertinya nggak bisa akur. Sekarang Tristan mau menikah. Begitu tahu kabar itu, Gina bergegas kembali dari luar negeri. Tapi seperti yang kamu katakan, Tristan sudah mendaftarkan pernikahan dengan wanita lain. Gina nggak bisa menerima kenyataan itu. Dia mengurung diri di kamarnya dan menangis untuk waktu yang lama.""Gina adalah cucu kesayanganku. Aku selalu berusaha sebaik mungkin untuk memberikan apa pun yang dia inginkan. Jadi kali ini, memandang aku begitu tulus datang memohon padamu, kamu harus beri muka ke gurumu ini.""Guru ....""Kamu harus memahamiku. Saat melihat Gina menangis, aku bahkan lebih tersiksa daripada dirinya."Ishan berdiri dan membungkuk kepada Abram."Dulu, aku hidup miskin dan nggak punya tujuan. Kamu yang menerimaku, mengatur agar aku bekerja di sisi

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 221

    "Aku ... aku nggak akan beri tahu mereka.""Aku yakin kamu juga nggak akan begitu bodoh sampai beri tahu mereka. Lagian, kamu sudah dipecat dari perusahaan. Kalau mereka tahu, mereka pasti akan suruh kamu kembalikan 1,2 miliar itu sekarang juga."Susan merinding. Serangkaian kejadian ini begitu kejam. Kiana adalah wanita yang berbahaya. Yang tidak seharusnya dia lakukan adalah memprovokasinya. Bodoh sekali.Setelah meninggalkan Real Estat Sagara, Kiana pergi ke tempat Dokter Naufal. Flunya makin parah dan dia tidak tahan lagi, jadi dia harus meminta obat."Sekali makan satu bungkus. Ini nggak akan mengganggu obat kesehatan rahimmu," kata Dokter Naufal.Kiana menghela napas. "Akhir-akhir ini, aku berhenti minum alkohol, berhenti makan makanan pedas, tidur lebih awal dan bangun lebih awal, jaga rutinitas teratur, nggak emosi, dan terkendali. Kurasa, bentar lagi aku sudah bisa meninggalkan kehidupan duniawi dan memasuki biara."Dokter Naufal terkekeh. "Lantas, mengapa pas aku periksa deny

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status