แชร์

Bab 180 Rival Jadi Partner

ผู้เขียน: Aira Tsuraya
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-12 11:00:35

Alvan membuka mata dan melirik ke arah suara. Hal yang sama juga dilakukan Thea. Keduanya langsung terkejut dan terburu mengurai pagutan sambil menatap sosok cantik yang berdiri tak jauh dari pintu.

“Evelyn!! Kenapa kamu ---”

Alvan tidak bisa melanjutkan kalimatnya. Wajahnya terlihat tegang, napasnya tersenggal dan tampak gugup. Hal yang sama juga ditunjukkan Thea. Sementara Evelyn hanya diam, menatap mereka berdua dengan tajam sambil bersedekap.

“Jadi tepat tebakanku, kalau kamu pacaran dengan Pak Alvan, Thea.”

Suara Evelyn terdengar kembali dan kini ditujukan ke Thea. Thea hanya diam, menundukkan kepala. Ia menyesal sudah menggoda Alvan lebih dulu. Kalau sudah begini, apa yang terjadi selanjutnya.

“Evelyn. Kamu tidak berhak mengintimidasinya!!!”

Alvan langsung berdiri di depan Thea mencoba menghalangi Evelyn mendekat. Pria itu tidak rela jika ada orang yang mengusik Thea.

Evelyn hanya tersenyum ma

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 181 Berakhir dengan Kencan

    Selang beberapa saat kemudian, Bastian datang. Ia langsung masuk ke ruangan Alvan dan terkejut saat mendapati ada banyak orang di sana. Termasuk Evelyn.“Syukurlah kamu segera datang, Bas. Kalau tidak, Evelyn akan terus menahan kami di sini,” ujar Alvan.Ia berkata sambil tersenyum lebar menatap Bastian. Pria bertubuh jangkung itu hanya diam sambil melirik Evelyn.Sebuah senyum terukir di raut Evelyn. Bahkan Bastian melihat wanita cantik itu menganggukkan kepala memberi salam.“Apa kamu tidak mau duduk, Bastian?” Evelyn menyapa sambil menggeser posisi duduknya.Bastian melihat Alvan sekilas seolah sedang meminta persetujuan. Alvan gegas bangkit sambil menarik Thea di tangannya.“Ini sudah lewat jam pulang ngajar. Kalau kalian masih ingin di sini, silakan saja. Namun, aku sarankan ada kafe baru buka di dekat sini yang menyajikan menu istimewa. Kalian bisa menghabiskan waktu di sana.”Evelyn langsung

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 180 Rival Jadi Partner

    Alvan membuka mata dan melirik ke arah suara. Hal yang sama juga dilakukan Thea. Keduanya langsung terkejut dan terburu mengurai pagutan sambil menatap sosok cantik yang berdiri tak jauh dari pintu.“Evelyn!! Kenapa kamu ---”Alvan tidak bisa melanjutkan kalimatnya. Wajahnya terlihat tegang, napasnya tersenggal dan tampak gugup. Hal yang sama juga ditunjukkan Thea. Sementara Evelyn hanya diam, menatap mereka berdua dengan tajam sambil bersedekap.“Jadi tepat tebakanku, kalau kamu pacaran dengan Pak Alvan, Thea.”Suara Evelyn terdengar kembali dan kini ditujukan ke Thea. Thea hanya diam, menundukkan kepala. Ia menyesal sudah menggoda Alvan lebih dulu. Kalau sudah begini, apa yang terjadi selanjutnya.“Evelyn. Kamu tidak berhak mengintimidasinya!!!”Alvan langsung berdiri di depan Thea mencoba menghalangi Evelyn mendekat. Pria itu tidak rela jika ada orang yang mengusik Thea.Evelyn hanya tersenyum ma

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 179 Ketahuan

    “THEA!!!”Suara cempreng Irma memenuhi telinga Thea pagi ini. Wanita muda berparas cantik itu langsung menghentikan langkah dan menoleh ke belakang. Ia melihat sahabatnya tampak berjalan menghampiri.“Aku pikir kamu bakal gak masuk kuliah lagi.”Thea hanya mengulum senyum sambil berjalan beriringan bersama Irma. Gara-gara harus melakukan test DNA, Thea terpaksa membolos kuliah.“Kemarin Pak Alvan juga gak masuk dan dia memberi banyak tugas. Aku jadi heran, deh. Kenapa setiap kamu gak masuk, Pak Alvan juga gak ngajar. Kayaknya kalian janjian, deh.’Thea kembali tersenyum sambil menggelengkan kepala.“Kebetulan saja kali.”Irma manggut-manggut sambil melirik teman dekatnya. Belakangan ini penampilan Thea berbeda dari sebelumnya. Ia lebih memperhatikan outfitnya dan tidak asal-asalan seperti sebelumnya.Bisa jadi perubahan Thea ini karena hubungannya dengan Aby. Mungkin Aby menuntut

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 178 Berdamai dengan Hati

    Leo tercengang kaget mendengar ucapan Evelyn. Matanya membola lebar. Sayang, kacamata hitam yang selalu nangkring di hidungnya menutupi pandangan Evelyn.“Apa maksud Ibu?” tanya Leo.Evelyn tersenyum sambil menatap Leo dengan tajam.“Bapak hendak menjebak saya, kan? Bapak sengaja membuat saya tak sadarkan diri dan menempatkan saya bersama pria asing yang mengaku menjadi Pak Alvan.”Serta merta Leo terkejut. Ia tidak menduga jika Evelyn tahu akal busuknya. Apa mungkin semalam Evelyn masih terjaga? Ia belum seratus persen pingsan sehingga menyadari apa yang terjadi.“Anda jangan asal tuduh, Bu Evelyn. Saya bisa melaporkan Anda balik sebagai kasus pencemaran nama naik.”Bukannya meminta maaf dan memperbaiki keadaan, Leo malah mengancam Evelyn. Evelyn berdecak sambil menggelengkan kepala.“Ternyata benar rumor yang beredar di kampus ini. Jika Anda bukan seorang gentleman.”Lagi-lagi L

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 177 Kena Batunya

    “Terima kasih sudah mengantar saya,” ucap Evelyn begitu mobil yang mereka tumpangi tiba di apartemennya.Bastian hanya mengangguk sambil tersenyum. Evelyn membuka seat belt dan bersiap turun, tapi tiba-tiba ia menghentikan aktivitasnya.“Eng … boleh aku tahu namamu. Sepanjang perjalanan tadi, kita belum berkenalan.”Bastian kembali tersenyum, kemudian mengulurkan tangan.“Bastian. Nama saya Bastian.”Evelyn tersenyum menyambut uluran tangan Bastian. “Panggil aku Evelyn.”Bastian mengangguk. Evelyn bersiap turun, tapi tiba-tiba ia terdiam dan tampak sibuk mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.“Ini nomor teleponku. Lain kali aku akan traktir kamu, tapi tidak di tempat tadi. Anggap saja sebagai ucapan terima kasih sudah menolongku.”Kembali Bastian menjawab dengan anggukan kepala. Selanjutnya Evelyn sudah turun dan masuk ke dalam apartemen.Bastian tampak

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 176 Perlahan Mundur

    BRAK!!!Tiba-tiba pintu kamar terbuka lebar bersamaan lampu yang menyala benderang. Seketika pria tak dikenal itu terjingkat kaget dan menoleh ke arah pintu.Seorang pria tak dikenal berpenampilan rapi dan bertubuh jangkung telah berdiri menantang di depannya.“APA-APAAN INI?” sergah pria tak dikenal itu.Ia langsung bangkit tergesa mengurai pagutannya. Evelyn yang tadinya terbuai segera membuka mata dan memperhatikan sekitar. Sebenarnya ia bukan tipikal orang yang gampang mabuk. Namun, gara-gara obat tidur yang dimasukkan ke minumannya membuat Evelyn setengah mengantuk.Evelyn mengerjapkan mata menatap pria yang baru saja beradu saliva dengannya.“Kamu bukan Alvan?” desisnya.Pria tak dikenal itu terkejut dan buru-buru bangkit menghampiri pria yang masih menghadang di depan pintu.“Dia memang bukan Tuan Alvan Abbiya, Nona,” sahut pria bertubuh jangkung itu, yang tak lain Bastian.Evel

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status