Beranda / Romansa / Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer / Bab 172 Bertemu Tuan Besar

Share

Bab 172 Bertemu Tuan Besar

Penulis: Aira Tsuraya
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-08 11:00:17

“Bas, kamu dengar suaraku, kan?”

Suara Alvan memecah lamunan Bastian. Pria bertubuh jangkung itu mengangguk.

“Saya mendengarnya, Tuan,” jawab Bastian dengan senyuman.

“Baguslah kalau begitu. Aku minta tolong lakukan secepatnya!!”

Bastian kembali menganggukkan kepala lagi. Selanjutnya Alvan sudah mengakhiri panggilannya. Sementara Bastian hanya diam sambil menggulir galeri di ponselnya. Tangannya langsung berhenti pada sebuah foto seorang gadis mengenakan seragam SMA.

Tidak ada sepatah kata yang keluar dari bibir Bastian, tapi jakun pria itu sudah berulang kali bergerak naik turun menelan ludah. Entah apa yang terjadi selanjutnya. Yang pasti ia akan melakukan perintah Alvan dengan baik.

Keesokan harinya, Thea dan Alvan terpaksa izin tidak masuk kuliah. Mereka sudah janjian dengan Paman Sapto dan Bu Siti untuk melakukan test DNA. Bahkan Alvan sudah menyiapkan akomodasi untuk mereka agar tidak terlambat.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
puyeng juga ya..kalau bohong setidaknya Sapto cs harus berani nanggung akibatnya.ga mungkin test positif.karena Bastian sudah mendatangi tuan besar siapapun itu kita tunggu aja kelanjutannya
goodnovel comment avatar
Cec
okay bik siti bukan adisten dari ortu thea bastian tdk kenal dia.... trssss dia siapaaa??? tapi dia pernah Bilang... "Aku malah senang kalok benar Thea anak ku" jadi apa bi siti inih jg di peralat panan sapto... atau gimana???? trs kok yakin beneneeeer si sapto2 ini??? penasaraaan....
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 179 Ketahuan

    “THEA!!!”Suara cempreng Irma memenuhi telinga Thea pagi ini. Wanita muda berparas cantik itu langsung menghentikan langkah dan menoleh ke belakang. Ia melihat sahabatnya tampak berjalan menghampiri.“Aku pikir kamu bakal gak masuk kuliah lagi.”Thea hanya mengulum senyum sambil berjalan beriringan bersama Irma. Gara-gara harus melakukan test DNA, Thea terpaksa membolos kuliah.“Kemarin Pak Alvan juga gak masuk dan dia memberi banyak tugas. Aku jadi heran, deh. Kenapa setiap kamu gak masuk, Pak Alvan juga gak ngajar. Kayaknya kalian janjian, deh.’Thea kembali tersenyum sambil menggelengkan kepala.“Kebetulan saja kali.”Irma manggut-manggut sambil melirik teman dekatnya. Belakangan ini penampilan Thea berbeda dari sebelumnya. Ia lebih memperhatikan outfitnya dan tidak asal-asalan seperti sebelumnya.Bisa jadi perubahan Thea ini karena hubungannya dengan Aby. Mungkin Aby menuntut

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 178 Berdamai dengan Hati

    Leo tercengang kaget mendengar ucapan Evelyn. Matanya membola lebar. Sayang, kacamata hitam yang selalu nangkring di hidungnya menutupi pandangan Evelyn.“Apa maksud Ibu?” tanya Leo.Evelyn tersenyum sambil menatap Leo dengan tajam.“Bapak hendak menjebak saya, kan? Bapak sengaja membuat saya tak sadarkan diri dan menempatkan saya bersama pria asing yang mengaku menjadi Pak Alvan.”Serta merta Leo terkejut. Ia tidak menduga jika Evelyn tahu akal busuknya. Apa mungkin semalam Evelyn masih terjaga? Ia belum seratus persen pingsan sehingga menyadari apa yang terjadi.“Anda jangan asal tuduh, Bu Evelyn. Saya bisa melaporkan Anda balik sebagai kasus pencemaran nama naik.”Bukannya meminta maaf dan memperbaiki keadaan, Leo malah mengancam Evelyn. Evelyn berdecak sambil menggelengkan kepala.“Ternyata benar rumor yang beredar di kampus ini. Jika Anda bukan seorang gentleman.”Lagi-lagi L

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 177 Kena Batunya

    “Terima kasih sudah mengantar saya,” ucap Evelyn begitu mobil yang mereka tumpangi tiba di apartemennya.Bastian hanya mengangguk sambil tersenyum. Evelyn membuka seat belt dan bersiap turun, tapi tiba-tiba ia menghentikan aktivitasnya.“Eng … boleh aku tahu namamu. Sepanjang perjalanan tadi, kita belum berkenalan.”Bastian kembali tersenyum, kemudian mengulurkan tangan.“Bastian. Nama saya Bastian.”Evelyn tersenyum menyambut uluran tangan Bastian. “Panggil aku Evelyn.”Bastian mengangguk. Evelyn bersiap turun, tapi tiba-tiba ia terdiam dan tampak sibuk mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.“Ini nomor teleponku. Lain kali aku akan traktir kamu, tapi tidak di tempat tadi. Anggap saja sebagai ucapan terima kasih sudah menolongku.”Kembali Bastian menjawab dengan anggukan kepala. Selanjutnya Evelyn sudah turun dan masuk ke dalam apartemen.Bastian tampak

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 176 Perlahan Mundur

    BRAK!!!Tiba-tiba pintu kamar terbuka lebar bersamaan lampu yang menyala benderang. Seketika pria tak dikenal itu terjingkat kaget dan menoleh ke arah pintu.Seorang pria tak dikenal berpenampilan rapi dan bertubuh jangkung telah berdiri menantang di depannya.“APA-APAAN INI?” sergah pria tak dikenal itu.Ia langsung bangkit tergesa mengurai pagutannya. Evelyn yang tadinya terbuai segera membuka mata dan memperhatikan sekitar. Sebenarnya ia bukan tipikal orang yang gampang mabuk. Namun, gara-gara obat tidur yang dimasukkan ke minumannya membuat Evelyn setengah mengantuk.Evelyn mengerjapkan mata menatap pria yang baru saja beradu saliva dengannya.“Kamu bukan Alvan?” desisnya.Pria tak dikenal itu terkejut dan buru-buru bangkit menghampiri pria yang masih menghadang di depan pintu.“Dia memang bukan Tuan Alvan Abbiya, Nona,” sahut pria bertubuh jangkung itu, yang tak lain Bastian.Evel

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 175 Masuk Jebakan

    “Mana yang lainnya, Pak?” tanya Evelyn.Ia langsung berangkat ke tempat yang dikirim Leo beberapa saat kemudian, tapi Evelyn sangat terkejut ketika mendapati hanya dirinya dan Leo yang berada di sana. Tidak ada rekan sejawat seperti yang dikatakan Leo di telepon tadi.“Mereka sedang ke toilet, tapi ada juga yang sudah pulang. Kami sejak dari tadi di sini, Bu Evelyn.”Evelyn hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala. Sesekali ia mengedarkan pandangan memperhatikan sekitar.Sebenarnya Evelyn terbiasa datang ke tempat seperti ini. Ia juga terbiasa minum minuman alkohol. Saat sekolah di luar negeri, salah satu penyebabnya. Apalagi saat itu dia punya circle pertemanan yang cukup banyak dan sering hang out di bar seperti ini.“Saya pesankan minum ya, Bu Evelyn?”Tiba-tiba suara Leo membuyarkan lamunan Evelyn. Evelyn mengangguk dan sama sekali tidak curiga saat Leo bangkit dari duduknya dan pergi menuju meja pe

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 174 Siasat Licik Leo

    “Kamu memang pintar, Bu. Gak rugi aku menikah denganmu,” ujar Paman Sapto.Bi Mira hanya berdecak sambil melihatnya sekilas. Selanjutnya wanita paruh baya itu sudah memundurkan kembali tubuhnya.“Oh ya, lalu bagaimana kabar Ina? Apa hukuman sudah diputuskan?” Paman Sapto mengalihkan topik pembicaraan.Bi Mira menghela napas panjang sambil menggeleng.“Belum. Ada beberapa berkas yang belum lengkap. Semoga saja pengacara suruhan Alvan itu mau membantu Ina. Setidaknya meringankan hukumannya.”Paman Sapto terdiam sambil menganggukkan kepala. Wajahnya terlihat lesu dan muram. Hal yang sama juga ditunjukkan Bi Mira. Bagaimanapun mereka tidak ingin masa depan putri tunggalnya hancur berantakan hanya karena kasus seperti ini.Namun, apa yang terjadi harus terjadi dan Ina harus bertanggung jawab atas perbuatannya.Hampir pukul tujuh malam saat Alvan dan Thea tiba di studio tempat mereka tinggal. Cukup lama m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status