Devina langsung menghentikan langkahnya dan berbalik. Ketika melihat wajah familier yang penuh amarah itu, kilatan kebencian melintas di matanya. Itu adalah Selina, sahabat Shanaya yang suka ikut campur. Ternyata, dia sama menyebalkannya dengan si jalang Shanaya!Ekspresi Devina langsung berubah dingin, tetapi dia tetap mempertahankan keanggunannya. "Nona, kata-katamu terlalu kasar. Kami sudah reservasi.""Reservasi?" Selina merasa seolah-olah sudah mendengar lelucon terlucu di dunia. Dia menyilangkan tangannya dan berkata dengan tajam, "Aku sudah antre selama satu setengah jam, tapi nggak dengar manajer panggil nomormu sekali pun! Reservasi macam apa yang kamu buat? Reservasi untuk menyerobot antrean?" Devina yang dipermalukan di depan umum sedikit menegang. Sedikit rasa malu muncul di wajahnya. Dia pun menatap manajer untuk meminta bantuan."Pak manajer, ini ....""Nona, Pak Stanley ...." Manajer itu hendak menggunakan nama Stanley untuk mengintimidasi orang.Selina mengucapkan "oh"
อ่านเพิ่มเติม