“C-Claire?” Suara yang keluar dari mulut Salma terdengar sedikit gemetar. Matanya tertumbuk pada perut besar Claire. Lantas pengakuan Devon kembali berputar di kepalanya.‘Nggak… Nggak mungkin perempuan ini adalah orang yang dimaksud Devon,’ sangkal Salma dalam hati. ‘Pasti ini hanya kebetulan belaka.’“Iya, salam kenal,” sambung Claire sambil memamerkan senyum ramahnya.“Nah, sebentar lagi kelasnya akan dimulai. Ayo, kita bersiap-siap!” Maya menepukkan kedua tangannya dengan ceria.Begitu kelas dimulai, Claire mencontohkan cara membentuk bongkahan tanah liat itu di atas meja berputar. Dengan tangannya yang mulai belepotan, tanah liat itu perlahan membentuk mangkuk yang diinginkan.Para peserta kelas nampak kagum dengan keterampilan Claire. Bahkan ada di antara anak-anak itu yang sampai bertepuk tangan.“Pelan-pelan aja,” terang Claire sambil menuntun salah satu anak lelaki yang berusia delapan tahun. Dalam pikirannya, Claire membayangkan anaknya nanti akan sebesar ini dan belajar memb
Last Updated : 2025-12-25 Read more