Layar ponsel di tangan Wulan berpendar redup, menampilkan sebuah gambar yang dikirimkan Mbah Broto melalui pesan singkat. Matanya menyipit, berusaha mencerna bentuk geometris yang tampak sederhana namun memancarkan aura kegelapan yang pekat.Sebuah segitiga sama sisi dengan tiga garis vertikal menjulur ke bawah dari dasar garis horizontalnya."Lambang kekuasaan Batara Durja," bisik Wulan pelan, suaranya tenggelam di balik dengung mesin pendingin kafe.Ia meletakkan ponselnya di atas meja kasir yang dingin. Jemari lentiknya bergerak refleks, menyingkap kaos putih tipisnya hingga ke bawah dada, mengekspos perutnya yang putih mulus dan rata.Di bawah cahaya lampu neon kafe, kulitnya tampak sehalus porselen. Dengan telunjuk kanan, ia mulai meniru gerakan menggambar simbol itu tepat di bawah pusarnya."Segitiga... satu, dua, tiga garis..."Wulan mengulanginya berkali-kali. Ia membayangkan simbol itu terukir permanen di atas rahimnya, menjadi gerbang bagi energi kehidupan yang dijanjikan sa
Last Updated : 2026-01-11 Read more