“Baik.”Clarin menjawab singkat, lalu melewati Carles dan melangkah masuk ke kamar.Dia memilih satu set pakaian dan satu pasang sepatu di ruang ganti, lalu membawanya kembali ke kamar tamu.Setelah berganti baju, dia turun ke bawah.Carles sudah duduk di meja makan, menyantap sarapan.Kepala pelayan bertanya dengan sopan, “Nyonya Muda, Anda ingin sarapan ala Nusantara atau ala Barat?”“Ala Nusantara,” jawab Clarin.“Baik, Nyonya. Saya akan segera menghidangkannya untuk Anda,” ujar kepala pelayan, lalu berbalik menuju dapur.Di meja makan, Clarin dan Carles fokus menyantap makanan masing-masing tanpa ada sedikit pun interaksi. Suasana sunyi mencekam.Saat hampir selesai sarapan, Carles memerintahkan, “Siapkan mobil. Aku mau berangkat ke kantor.”“Tuan, luka Anda belum sepenuhnya pulih. Sebaiknya Anda tetap di rumah ….”“Aku suruh siapkan mobil,” potong Carles dengan suara sedingin es.Kepala pelayan melirik Clarin seolah berharap Clarin bisa membujuk Carles.Namun, Clarin tidak merasa
Read more