Mira berkata dengan lembut sambil tetap meletakkan tangannya di perut Clarin, “Adek sayang, di dalam perut Ibu kamu harus lebih patuh ya. Jangan tengah malam menyiksa Ibumu, mengerti? Kalau tidak, nanti setelah lahir, Ayahmu akan memukul pantatmu.”“Dulu waktu Carles di dalam perut ibumu,” sambung Nenek Vivian sambil terkekeh. “Dia itu nakal sekali. Benar-benar burung hantu. Suka berpesta tengah malam, membuat ibunya terbangun. Begitu ibunya benar-benar bangun, dia malah diam lagi.”“Tidak kelihatan sama sekali,” ujar Clarin, sulit membayangkannya.Mira tertawa dan mengobrol santai bersama mereka beberapa saat.Para tamu yang menghadiri jamuan malam itu mulai berdatangan satu per satu.Tidak lama kemudian, Herni tampil dengan gaun emas yang rumit dan mewah, wajahnya dirias begitu sempurna. Dengan sepatu hak tinggi, dia berjalan lurus menghampiri mereka.“Tante, selamat ulang tahun! Semoga tahun-tahun ke depan selalu penuh keberuntungan dan kebahagiaan, dan setiap pertemuan membawa waja
Read more