Pria tua itu menatap Elena cukup lama, lalu tersenyum hangat. Senyum yang tidak dibuat-buat, seolah pertemuan itu memang sudah lama ia tunggu.“Kita bertemu lagi, nona.”Elena sempat terdiam sesaat, lalu ingatannya berputar kembali pada kejadian beberapa hari lalu. Sudut bibirnya terangkat tipis.“Anda … yang dua hari lalu tidak sengaja saya tabrak, bukan?”Pria tua itu terkekeh pelan. “Benar. Sepertinya takdir kita cukup sering bersinggungan. Maafkan saat itu, aku salah mengenali orang.”Elena mengangguk. “Tak, apa Tuan. Saya maklum dengan hal itu." Tuan Bastian menatap Elena lebih dalam, sorot matanya melembut. “Panggil saja aku Kakek Bastian.”Elena terdiam sejenak, lalu akhirnya mengangguk sopan. “Baiklah, Kakek Bastian.”Toh, tak ada salahnya menyenangkan hati seorang pengunjug, bukan? pikir Elena. Begitu panggilan itu terucap, dada Tuan Bastian bergetar hebat. Matanya berkaca-kaca, meski ia segera menunduk sedikit agar tak terlalu kentara. Panggilan itu terdengar begitu alami,
최신 업데이트 : 2026-01-22 더 보기