"P--Pak Arhan--" Arhan masih berdiri tenang, namun dari tatapannya yang gelap membuat Ziana gugup. Ziana pun berdiri. Tidak butuh waktu lama untuk Arhan bisa melacak keberadaan gadis itu. "Bukan begitu, kami tidak sedang berkencan. Dia Dika, apa Pak Arhan mau bekenalan--""Tidak perlu," tolak Arhan yang lebih fokus pada Ziana dan kesalahannya. Ketimbang membuang waktu untuk berkenalan dengan seseorang yang tidak Arhan ingin tahu, dia memperingatkan Ziana. "Pulang, kalau kamu masih mau ikut saya--" Setelah terdiam beberapa detik, Arhan langsung balik badan. Responnya yang cepat membuat Ziana tidak punya pilihan. Gadis itu buru-buru pamit pada Dika. "Aku pulang dulu, Dik--"Namun tangan Dika menahan pergelangan tangan Ziana. "Aku bisa mengantarmu, Zi. Tidak perlu takut begitu, aku akan bertanggung jawab kalau beliau memecatmu," tegas Dika tidak ingin membuat Ziana berada dalam ketakutan.Meski baru pertama dia bertemu Arhan, ini kesan yang buruk. Dia melihat bagaimana Arhan tad
Huling Na-update : 2025-12-07 Magbasa pa