Dari jarak yang begitu dekat, Ziana bisa merasakan aroma parfum maskulin milik Arhan yang bercampur dengan bau alkohol. Sekarang Ziana yakin jika lelaki itu mungkin sedang mabuk. “Pak Arhan, Anda ma–” Sebelum Ziana sempat memahami apa yang terjadi, Arhan sudah menautkan bibirnya–memangkas jarak dengan cepat, berani, dan cukup dalam untuk membuat jantungnya serasa akan meledak.Tubuh Ziana seketika membeku, seolah ada gelombang panas menyambar cepat hingga membuat pikirannya kosong seketika, seperti tersengat aliran listrik halus. Ziana sempat berpikir semua ini tidak nyata, tetapi ciuman itu tidak berhenti dalam satu dua detik saja. Arhan justru menahannya, terburu dan penuh hasrat. Napas hangat lelaki itu menyapu wajahnya, menyelip masuk di antara jeda napasnya sendiri, memberi sentuhan lembut yang justru membuatnya semakin kehilangan kendali.Ziana memejamkan mata, tanpa benar-benar sadar kapan ciuman itu berubah menjadi lebih panas dan intens. Dia hanya merasakan Arhan menaut
Last Updated : 2025-12-10 Read more