Tok, tok, tok."Masuk," suara Mas Angga terdengar dari dalam.Aku memutar gagang pintu lalu melangkah masuk. Begitu pintu tertutup rapat di belakangku, aku menatapnya dengan raut bertanya-tanya"Mas, kenapa? Tumben kamu nyariin aku..." ucapku seraya mendekat. "Ada apa?"Mas Angga menghentikan aktivitasnya, menatapku dengan binar mata yang hangat namun sarat akan kelelahan batin. "Duduklah, sayang. Aku mau ngomong sesuatu sama kamu."Aku mengangguk lalu mengambil tempat duduk di kursi depan meja kerjanya. Mas Angga memajukan posisinya, menurunkan nada suaranya agar hanya kami berdua yang bisa mendengar."Sayang... setelah aku ngumpulin bukti yang cukup kuat tentang Angel, aku bakal langsung perang dingin sama dia dan mengurus perceraian kami," buka Mas Angga, matanya menatapku lekat-lekat. "Aku tahu betul sifat Angel seberbahaya apa. Aku nggak akan biarin dia sampai menyakiti kamu... ataupun Nenek."Dadaku berdesir mendengar ucapan dan perhatiannya yang begitu besar."Aku b
Baca selengkapnya