Arumi terkesiap, namun dengan cepat ia ubah raut wajahnya agar tidak terlihat seperti orang yang sedang menyimpan rahasia. “ Eh, nggak, Om. Nggak ada apa-apa, kok. Ya kan Mbok Jum?” tanya Arumi seraya mencolek jari tangan Mbok Jum.“Eh, i—iya, Mas Langit. Nggak ada apa-apa.” Mbok Jum ikut meyakinkan majikannya.“Oh, ya sudah. Mbok, mobilnya sudah mau jalan. Mbok hati-hati ya? Salam unik keluarga Mbok di sana,” pesan Langit dengan perasaan haru yang kian membuncah.“Iya, Mas Langit. Nanti Mbok Jum sampaikan pada keluarga di kampung. Mbok Jum juga mau pesan sesuatu sama Mas Langit.” Tiba-tiba saja Mbok Jum meraih yang Langit dan Arumi, lalu menyatukannya. “Mbok Jum titip Non Arumi ya? Jaga dia. Si Mbok tahu, Non Arum ini udah nggak punya siapa-siapa selain Mas Langit dan keluarga. Mungkin permintaan si Mbok sedikit lancang, tapi si Mbok sudah anggap Arumi seperti keluarga sendiri,” ucap Mbok Jum terbata-bata karena menahan tangis.Langit tersenyum tipis. “Tidak kok, Mbok. Mbok Jum itu t
Terakhir Diperbarui : 2026-01-23 Baca selengkapnya