Suara bariton Langit memecah kesunyian lorong, membuat Aureli tersentak hebat hingga bahunya mencuat. Ia berbalik perlahan, mendapati Langit sudah berdiri hanya beberapa langkah darinya. Tidak ada Selena di sina, tidak juga sandiwara.“O—om …?!” seru Aureli.“Kamu ….” Langit kembali merunduk, menyetarakan posisi wajah mereka dengan jarak yang cukup dekat. Bahkan saking dekatnya, ia bisa mencium aroma parfum Aureli—aroma yang sama persis dengan yang ia ingat dua tahun lalu.“Berhenti bersandiwara di depan saya, Aureli. Kita berdua tahu siapa kamu sebenarnya,” bisik Langit dengan suara yang bergetar karena emosi. “A—apa maksud, Om Langit?” tanya Aureli.“Dua tahun saya mencari kamu ke setiap sudut kota, berharap kamu selamat dari kecelakaan itu ….”“A—aurel nggak ngerti maksud Om Langit.” Aureli memalingkan wajah, matanya mulai berkaca-kaca. “Nama Aurel, Aureli, Om. Dan Aurel baru ketemu Om hari ini.”“Bohong!” Langit menyambar pergelangan tangan Aureli, menariknya lembut namun tegas.
Terakhir Diperbarui : 2026-02-05 Baca selengkapnya