Saat langkah kaki Arumi dan Langit memasuki area ballroom, mereka langsung disambut oleh denting piano klasik yang mengalun mewah. Lampu gantung kristal berukuran raksasa memantulkan cahaya keemasan, menyinari ratusan tamu undangan yang berbalut pakaian formal terbaik mereka. Beberapa kolega bisnis Erlangga langsung melambaikan tangan, menyambut kehadiran putra mantan duta besar tersebut.Langit merapatkan lengan Arumi ke tubuhnya, berbisik sangat rendah di sela senyum formalnya. “Tetap di samping saya, ya?” ucap pria itu. “Iya, Om,” jawab Arumi. Tak lama, Erlangga dan Viola menghampiri mereka. Viola langsung menggandeng tangan Arumi dengan wajah berseri-seri. “Ya ampun, menantu Bunda cantik sekali malam ini! Gaunnya pas banget di kamu, Arumi. Kandungan kamu aman, kan? Tidak kesempitan kan bajunya?” tanya wanita itu setengah berbisik dengan nada penuh perhatian. Arumi tersenyum manis, meski ada sejumput rasa bersalah yang kembali mencubit hatinya karena kebohongan yang dibuat su
Read more