“Jadi Lo sebenarnya selamat dari kecelakaan itu dan nggak amnesia sama sekali?” tanya Eva, saat ia dan Arumi jalan-jalan sebentar berdua di taman dekat gedung. “Eum, gue sengaja menghilang dari Om Langit, Va,” jawab Arumi, suaranya seperti menahan beban yang besar. “Astaga, Arumi!” Eva spontan berhenti dan menoleh ke arah Arumi. “Ada apa sih sama Lo? Om Langit itu udah baik banget sama Lo. Lo liat kan, apa yang udah dia lakuin selama ini sama lo. Dia jagain lo dengan nikahin lo. Mau lo cari dimana cowok kayak Om Langit itu, Rum? Mudah ngasih komitmen, setia, sabar. He is a limited edition man.”“Iya, gue tau, Va. Waktu itu gue juga terlalu terbawa emosi. Masalah yang terjadi di hidup gue terus datang kayak … kayak nggak ngasih gue kesempatan buat sekedar narik napas, Va. Eh, tapi ujung-ujungnya, semakin gue menghindar, semakin dia dekat ke gue.” Eva tersenyum tipis. Ia paham apa yang Arumi rasakan. Tapi hidup kan tetap harus berjalan. Tak ada gading yang tak retak, namun bukan bera
Mehr lesen