Grace membeku, untuk beberapa saat ia seperti kehilangan roh. Kata-kata Selena barusan, bagaimana pukulan telak yang langsung mengenai bagian paling riskan dari dirinya, yaitu perasaan. “Mak–maksud, Tante?” tanya Grace terbata. Untuk beberapa saat Selena hanya diam. Ia kembali melanjutkan aktivitas sarapannya yang semakin membuat sang keponakan kian tak tenang. Namun, tak berselang lama kemudian, tiba-tiba saja Selena kembali menoleh. Dan, saat melihat raut wajah kaget keponakannya, tawanya pun langsung meledak. Selena tertawa geli. Wajah bahagianya sama sekali tidak menunjukkan kecurigaan atau prasangka, melainkan kejahilan murni seorang ibu kepada putrinya. “Tante bercanda, Sayang. Kok wajahmu langsung tegang gitu,” tutur Selena dengan sisa-sisa tawa di bibirnya yang belum sepenuhnya hilang.“Lagian, mana mungkin kamu mau ambil Om Ray dari Tente, ya kan?” tanya Selena lagi. “Tan–Tante ini ada-ada aja,” cicit Grace, berusaha keras mengembalikan nada suaranya agar tidak bergetar
続きを読む