“Ini, Bunda kirim pesan tanya keadaan kita,” jawab Langit. “Bunda, Om?” Arumi sedikit terkejut. “Eum.” Langit meletakkan kembali ponselnya. Sementara Arumi, mendengar nama mertuanya disebut, perasaannya pun mendadak menjadi tidak tenang. Seperti ada sesuatu yang menekannya dan membuatnya cemas. Ia masih belum bisa membayangkan, bagaimana jika nanti keluarga Langit tahu yang sebenarnya tentang dirinya, Arumi pasti akan kehilangan kasih sayang keluarga itu. Dan parahnya, mungkin ia akan diminta untuk menjauhi Langit selamanya. Arumi tidak bisa. Langit menyadari perubahan atmosfer di kamar itu. Ia lalu mematikan hairdryer sepenuhnya, meletakkannya di nakas, kemudian duduk kembali di sisi Arumi.Langit menarik napas dalam. Aroma sampo Arumi yang segar masih tertinggal di udara, kontras dengan beban berat yang baru saja ia sampaikan lewat satu kata, Bunda.“Kenapa wajahmu pucat begini?” tanya Langit lembut. Ia meraih telapak tangan Arumi yang mendadak dingin dan gemetar.“Om ... Bund
Mehr lesen