"Oh, jadi maksudnya begitu ya?"Meredith tidak bisa menahan tawa, lalu berkata setengah bercanda, "Atau ... aku saja yang memohon ke Pak Arvin? Bercanda kok, aku mana berani."Sorot mata Renji yang sempat berbinar langsung meredup lagi. Dia malah berbalik badan, menghadap Meredith.Meredith tertawa melihat tingkahnya yang menggemaskan. Setelah berpikir sejenak, dia membungkuk dan berbisik di telinganya, "Kalau kamu kangen Mama, kamu bisa minta Papa untuk jemput Mama pulang."Renji langsung menggelengkan kepala kuat-kuat. "Papa marah ...." Baru saja dia dihukum karena merengek ingin makan dendeng buatan Mama."Kalau penakut begini, gimana mau melindungi Mama?"Meredith menyodorkan sepotong dendeng lagi. "Atau kamu coba makan sedikit buat tambah tenaga, mungkin nanti jadi berani."Renji ragu-ragu menerima dendeng itu dan memasukkannya ke mulut. Baru beberapa kunyahan, air mata kembali menggenang di pelupuk matanya."Kenapa, kenapa? Nggak enak ya? Kalau nggak enak, nggak usah dimakan, ya?
Magbasa pa