Sampai digendong masuk ke mobil, Renee masih terus berusaha meronta. Dia merangkak ke samping untuk mendorong pintu mobil, tetapi Arvin menekannya kembali ke sandaran kursi."Renee, jangan ribut." Nada suaranya datar, dengan sedikit amarah tersembunyi.Renee sama sekali tidak melihat gerakan bibirnya, juga tidak tahu apa yang dia katakan. Dia hanya menatap dengan kesal. "Arvin, aku nggak mau pulang bersamamu.""Oke, nggak pulang." Arvin mengangguk."Jadi, kamu mau bawa aku ke mana?""Ke dokter."Renee tertegun sejenak, lalu malah semakin emosional dan meronta. "Aku nggak mau! Arvin, turunkan aku, aku nggak mau pergi!"Mobil sudah melaju. Kebetulan baru saja berbelok keluar dari ujung gang. Dalam pergumulannya, dia tidak duduk dengan stabil dan langsung terjatuh ke dalam pelukan Arvin.Arvin refleks memeluknya, lalu mengeluarkan ponsel dan mengetik dengan satu tangan.[ Kenapa nggak mau pergi? ]"Aku ...." Renee mendadak kehabisan kata-kata.Arvin tahu dia tidak akan mau pergi, itu seba
Magbasa pa