"Mama, aku mau yang ini, Mama aku mau yang itu, Mama, aku mau semuanya, gimana?"Dalam waktu singkat, pelukan Renji sudah penuh dengan boneka.Renee berjongkok dengan lembut di depannya, melihat boneka-boneka di pelukannya lalu menggeleng. "Nggak boleh, Renji cuma boleh pilih satu yang paling kamu suka. Kita nggak boleh beli terlalu banyak mainan.""Tapi Renji suka.""Walaupun suka, kita nggak boleh selalu membeli terlalu banyak mainan. Kita harus punya kebiasaan hidup hemat, mengerti?"Renji tampak setengah mengerti. Namun, melihat ibunya yang paling menyayanginya pun mengatakan tidak boleh, dia terpaksa menyerah. Dia memilih satu boneka beruang bertelinga panjang yang paling disukainya dari tumpukan boneka, lalu memberikannya kepada ibunya."Mama, Renji mau yang ini. Lembut sekali kalau dipeluk, seperti pelukan Mama."Renee tertawa oleh cara Renji menggambarkannya dan hatinya terasa hangat. Dia mengangkat kepala dan melirik Arvin. "Kamu sadar nggak, Renji semakin perhatian dan semaki
Read more