Share

Bab 406

Author: Caitlyn
"Sekarang?"

"Iya, sekarang." Renee mengangguk dengan sangat serius.

Walaupun dia juga takut, demi Arvin dia bersedia mencoba sekali lagi.

Arvin menatapnya, lalu berkata dengan ragu-ragu, "Sebaiknya ... nggak usah saja."

Padahal, Arvin sendiri juga takut. Dia tidak bisa mengabaikan ketakutannya demi mencoba sensasi.

"Baiklah." Renee hanya mengira dia takut, jadi tidak memaksanya.

"Kalau begitu kita bawa Renji naik pesawat kecil saja."

"Pesawat kecil!" Renji menunjuk pesawat kecil di kejauhan deng
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 408

    Di taman bermain ada cukup banyak wahana yang cocok untuk anak kecil. Arvin melihat peta panduan dan mencari sebentar, lalu memilih yang paling seru untuk dimainkan lebih dulu.Renji ternyata juga anak yang terlalu lama dikurung. Setiap wahana terasa menyenangkan baginya, dan dia bermain dengan sangat puas.Renee diam-diam bertekad bahwa Renji tidak boleh menempuh jalan yang sama seperti Arvin, menjadi seseorang yang tidak memiliki masa kecil seperti robot. Keluarga kecil itu bermain sepanjang pagi dan akhirnya mulai merasa lelah.Saat meninggalkan taman bermain, Renji terlihat agak enggan.Renee khawatir dia bermain terlalu berlebihan hingga sulit tidur nanti malam, jadi dia menggendong Renji sambil membujuk, "Renji, kita pergi makan makanan enak, lalu setelah itu beli boneka, gimana?"Anak kecil memang mudah dibujuk. Begitu mendengar tentang makanan enak dan boneka, dia langsung menyetujuinya dengan gembira."Oke! Renji mau beli boneka!"Jarak dari taman bermain ke pusat kota lumayan

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 407

    "Benarkah?"Renee melirik ke arah komidi putar, dan benar saja ada seorang staf yang memegang ponsel sedang mengambil foto. Dia pun memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku, lalu sedikit mendekat ke arah Arvin dan Renji.Sebuah foto keluarga yang sempurna pun tertangkap di dalam ponsel.Setiap gadis memiliki mimpi menjadi putri di komidi putar, dan setiap gadis juga ingin sekali duduk di komidi putar bersama pria yang dia cintai. Renee merasa mimpinya akhirnya terwujud pada hari ini.Kuda-kuda kayu itu berputar diiringi melodi yang indah. Bagaikan mimpi.Renee tiba-tiba memiliki sebuah keinginan, berharap komidi putar itu tidak akan pernah berhenti, berharap ia terus berputar selamanya. Dengan begitu, kebahagiaannya tidak akan pernah berakhir.Namun, pada akhirnya itu hanya mimpi.Komidi putar segera berhenti.Saat Arvin bertanya apakah dia ingin naik sekali lagi, Renee bahkan menjawab, "Kalian saja yang naik, aku nggak ikut."Dia merasa agak takut dengan perasaan bahagia yang tidak

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 406

    "Sekarang?""Iya, sekarang." Renee mengangguk dengan sangat serius.Walaupun dia juga takut, demi Arvin dia bersedia mencoba sekali lagi.Arvin menatapnya, lalu berkata dengan ragu-ragu, "Sebaiknya ... nggak usah saja."Padahal, Arvin sendiri juga takut. Dia tidak bisa mengabaikan ketakutannya demi mencoba sensasi."Baiklah." Renee hanya mengira dia takut, jadi tidak memaksanya."Kalau begitu kita bawa Renji naik pesawat kecil saja.""Pesawat kecil!" Renji menunjuk pesawat kecil di kejauhan dengan penuh semangat. "Renji mau naik pesawat kecil!""Oke, pesawat kecil!"Mereka berdua menggandeng Renji dari kedua sisi dan berjalan menuju wahana pesawat kecil. Karena Renji masih terlalu kecil, dia harus ditemani orang dewasa.Renee melirik tubuh Arvin yang tinggi tegap, lalu tersenyum dan berkata lebih dulu, "Biar aku saja yang temani dia.""Nggak perlu, aku saja."Arvin menggendong Renji dan masuk ke dalam.Petugas melihat kekhawatiran Renee dan berkata sambil tersenyum, "Bu, tenang saja. B

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 405

    "Baiklah, aku masakkin sarapan dulu untuk suamiku."Arvin sebenarnya masih ingin menarik Renee ke dalam pelukannya untuk menikmati ciuman pagi, tetapi melihat punggung Renee yang pergi dengan langkah ceria, dia hanya bisa mengurungkan niat.Setelah sarapan, keluarga kecil itu pun keluar dengan mobil baru. Renee yang menyetir, Arvin duduk di kursi penumpang depan, sementara Renji diikat di kursi keselamatan di kursi belakang.Renee mengemudi dengan sangat stabil.Arvin awalnya masih khawatir Renee belum terbiasa dengan mobil baru, tetapi ternyata dia langsung bisa menguasainya. Dia tanpa sadar bertanya, "Sebelumnya kamu sering menyetir?""Nggak terlalu sering, aku pernah beberapa kali menyetir mobil Gina."Mobil Gina juga merupakan mobil mewah yang disediakan oleh Keluarga Suryana. Kadang saat sedang terburu-buru Renee akan meminjamnya untuk keluar.Baginya, itu hal biasa. Namun, Arvin malah merasa sedikit bersalah padanya. Seharusnya dia membelikan mobil untuk Renee dari dulu. Dia mema

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 404

    Arvin terdiam. Bukan karena Renee punya trauma buruk terhadap tempat tidur ini, tetapi terhadap dirinya. Di mana pun tempatnya, hasilnya akan sama. Sebaiknya dia tidak menakuti Renee atau memaksanya lagi.Dengan satu gerakan, dia menekan Renee kembali ke tempat tidur, lalu mencium bibirnya sambil berkata, "Panggil aku waktu kamu mandi besok malam. Malam ini sudah terlalu larut, cepat tidur saja.""Kalau begitu kamu?"Renee menatapnya dengan sepasang mata jernih. "Kamu mau mandi air dingin lagi?""Mau gimana kalau nggak? Masa harus membiarkan diriku terbakar gairah?" Arvin tersenyum lalu mencium keningnya lagi. "Aku sudah terbiasa. Kamu cepat tidur saja, besok kita masih harus keluar."Usai bicara, Arvin bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.Keesokan harinya saat Renee bangun, Arvin masih tidur. Melihat wajah tidurnya yang tampan, Renee teringat penderitaan yang dialaminya semalam.Di dalam hatinya muncul rasa bersalah sekaligus kasihan.Ujung jarinya tanpa sadar menyentuh alis Arvin

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 403

    Setelah makan malam.Arvin pergi ke ruang kerja, Renee masuk ke studio, sementara Renji dibawa Gina untuk bermain. Renee sibuk sampai larut malam.Setelah mandi di kamar tidur, dia bersandar di tempat tidur sambil mencari boneka yang cantik di ponselnya. Arvin selesai mandi lalu keluar sambil mengeringkan rambut. Dia melirik ponsel di tangan Renee."Milih boneka untuk Renji?""Iya. Aku sudah janji besok mau belikan.""Kenapa nggak beli langsung di toko?""Belanja online lebih praktis."Renee tiba-tiba meletakkan ponselnya lalu menatap Arvin. "Maksudmu besok kamu akan menemani aku dan Renji pergi jalan-jalan membeli boneka?""Aku cuma khawatir orang sibuk sepertimu nggak punya waktu.""Ada! Ada!" Renee segera mengangguk dengan antusias, seolah takut dia berubah pikiran. "Besok kita pergi jalan-jalan, ya. Kita belum pernah bawa Renji pergi jalan-jalan.""Milk tea nggak jadi dibuat?" Arvin tersenyum tipis.Renee menjawab, "Bisa dibuat lusa saja, lain kali.""Kalau sudah keluar rumah, gima

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 55

    "Bu, aku sudah bilang. Aku nggak berniat bercerai sama Renee."Juwita meliriknya sekilas, lalu mengangkat dagu menunjuk kursi di seberangnya. "Ke sini, minum teh dulu."Arvin tetap berdiri, tidak bergerak sedikit pun.Juwita mengambil cangkir teh, menyeruput sedikit, lalu kemudian berkata, "Lihat ka

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 63

    Renee tersenyum tipis, menandakan bahwa dia menyetujui ucapan tersebut. Lia lalu memberi isyarat dengan tangan.[ Renee, mana ada suami-istri yang nggak bertengkar? Kalau dia memang masih sayang sama kamu dan bukan orang yang benar-benar buruk, maafkan saja. Pulanglah dan jalani hidup baik-baik lagi

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 62

    "Arvin sedang rapat, bukan?"Renee terisak pelan. Sebenarnya dia sempat terpikir untuk menelepon Arvin, tetapi dia ingat Arvin tidak suka diganggu saat bekerja. Dia takut membuat Arvin marah.Andre mewakili Arvin. Menurutnya, menelpon Andre juga sama saja."Bu Renee, meskipun Pak Arvin sedang rapat,

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 61

    Renee sudah duduk di lorong rumah sakit selama lebih dari satu jam, barulah para perawat mendorong keluar Lia dari ruang perawatan. Dia segera bangkit dan menyambut mereka dengan langkah cepat.Melihat Lia terbaring lemah di ranjang dorong, air mata Renee langsung jatuh tanpa bisa ditahan."Nenek ng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status