"Aku percaya," jawab Arvin."Bu Nissa, mohon ikut kami."Wajah Nissa langsung berubah drastis. Dia refleks mundur selangkah, lalu menatap Arvin dengan panik. "Kak Arvin, tolong aku ....""Aku sangat mencintaimu, kenapa kamu memperlakukanku seperti ini? Aku ....""Terima kasih atas cintamu." Arvin memotong ucapannya tanpa ekspresi, "Tapi cintamu terlalu kejam dan berat, aku nggak sanggup menerimanya.""Kak Arvin, maaf ....""Seharusnya kamu minta maaf sama kakakmu, dia yang paling menderita karena ulahmu."Meski Nissa tidak rela, begitu memikirkan hukuman penjara yang akan dihadapinya, dia terpaksa berbalik ke Nessy dan menunduk. "Kak, maaf, aku tahu aku salah.""Ya, Nessy, adikmu sudah tahu salah. Tolong maafkan dia."Caitlin bergegas ke depan Nessy dan berlutut sambil menarik ujung rok Nessy. "Nessy, ini salah Mama yang nggak mendidik adikmu dengan baik, Mama berlutut padamu.""Nggak perlu."Nessy langsung menepis tangannya. "Dulu kamu menghancurkan keluargaku dan mendesak ibuku sampa
Read more