Keeiko tadi balik ke bawah, minta kunci cadangan. Kalau nunggu dibukain belum tentu disuruh masuk, malah dikunci. Gagang pintu bergerak dan sang penghuni tidak sadar, ya memang dia sedang tidur. Setidaknya Myli tidak kabur sampai ke kota lain, provinsi lain atau negara lain. Di balik pintu, Keeiko berharap dirinya tidak dijadikan bahan sasaran dari kayu atau benda keras. Pintunya ia buka lebar, nah dari situ mampu membangunkan Myli. Wanita itu terduduk ngfreeze, pusing keliyengan menghantam kepalanya terbangun kaget begini. “KAU?!” Ia malas aslinya mau debat dan tantrum. Alhasil, Myli tidur kembali dengan tenang tanpa mau peduli kehadirannya. Wajahnya ia tutup dengan selimut. Keeiko menendang pintu tanpa sadar, ini bukan pintu rumahnya. Bodoamat lah ya, anggap lah hotel ini seperti rumah sendiri. Dia berlari untuk mencegah Myli terlelap, dia butuh bicara empat mata. Setelah wanita itu berhasil membuatnya uring-uringan. Keeiko menggoyang-goyangkan tubuhnya dan membangkitkanny
Last Updated : 2026-02-27 Read more