Share

Bab 42. Rencana

Author: daisy
last update publish date: 2026-02-15 23:05:31

Keeiko membangunkan Istrinya. Terlihat sekali pagi-pagi sudah memakai baju yang rapi.

“Kau mau kemana?” Ujar Myli serak dan matanya masih terpejam.

Ia membantu Myli bangkit dari tidurnya, menjadi duduk menyandar pada headboard kasur.

“Aku mendapat info yang mendadak sekali, ada klien yang mengajak bertemu pagi ini. Tidak apa-apa kan kau sendirian di sini? Atau mau aku panggilkan Mizy, tapi tidak tahu kalau dia sedang kuliah.”

Dari tangan sang Istri yang menahannya dan ekspresinya yang cembe
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dicintai Ugal-ugalan Oleh Pria Mapan   Bab 58. Semakin Takut

    Sesampainya di sana seakan tahu jika mangsanya telah keluar. Orang-orang langsung mengerubungi jalannya, membuat mobilnya kesulitan lewat. “Aku takut...” Itu kesan Myli ketika melihat dari arah jendela. Terlihat arogan-arogan sekali. “Kau tidak usah keluar. Di sini saja dan... Kau bisa mengendarai mobil?” Myli menggeleng dengan penuh rasa penyesalan. Dia tahu apa maksud Keeiko. Menyuruhnya pergi dari sini ke tempat aman atau pulang saja, isolasi diri di rumah. Keeiko pun merasa kesal pada dirinya karena selama ini tidak pernah mengajari Istrinya menyetir mobil. Padahal sangat dibutuhkan di keadaan genting seperti ini. Di dalam mobil keadaan hening sesaat. “Astaga Myli!” Keeiko hampir menggeplak kepalanya sendiri. “Mobil ini memiliki kemampuan semiotonom. Bisa berjalan otomatis.” “Tapi aku tetap tidak berani. Bukan kah harus tetap diawasi dan tidak melepas setir terlalu lama?” Myli sadar ia belum mengenal lebih luas tentang mobil atau istilah-istilahnya dalam penggunaan sehari-

  • Dicintai Ugal-ugalan Oleh Pria Mapan   Bab 57. Khawatir

    Setelah mendengar kabar bahwa Myli hamil. Keeiko tidak tinggal diam. Detik itu juga dirinya memaksa mengajak Istrinya keluar untuk membeli barang apapun sesukanya. Karena hingga saat ini wanita itu belum juga ada tanda-tanda mengidam. Myli sampai tidak bisa berdebat lagi. Kan bisa menunggu pas dirinya ngidam, kalau begini kan dirinya bingung harus memilih barang apa untuk dibeli. Memang tidak sabaran pria itu. “Tidak harus menunggu ngidam dulu kan? kau bisa memilih barang yang dulunya belum bisa kau beli. Pasti ada kan? Ayolah! Ingat-ingat lagi, apa yang kau inginkan namun belum kesampaian?” Itu jawaban Keeiko yang selalu keluar ketika Myli berkata tidak ada atau belum ingin satupun. “Meskipun barang receh kau mau membelikannya?” Tanya Myli. Keeiko mengangguk. “Ya, tentu saja. Aku bisa memberi apapun untukmu.” Anggapan receh bagi Myli belum tentu sama dengan Keeiko. Receh versinya sangat lah berbeda. “Aku ingin sandal harga 300ribu dan anting mainan bentuk mutiara yang mungkin s

  • Dicintai Ugal-ugalan Oleh Pria Mapan   Bab 56. Kabar gembira

    “Hello, astaga Myli... Akhirnya kau menjawab telepon ku ini. Aku kepikiran denganmu. Sungguh! Sudah beberapa hari kita tidak saling berkabar kan... Pak Keeiko juga berkali-kali tidak hadir. Mau menanyakan langsung tidak bisa. Menelepon terus-terusan bisa-bisa dicurigai ada hubungan.” Kata Olive begitu panggilan langsung tersambung. Kekhawatirkan menggambarkan perasaan Olive saat ini. “Omong-omong bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja setelah difitnah Sereya?” Myli terharu, ternyata masih ada yang mengkhawatirkannya. Walau itu bukan keluarga. “Terima kasih Olive. Aku baik-baik saja, kau tahu kan aku tidak peduli dengan berita bodoh tidak berbobot itu. Hanya saja...” Myli terdiam menatap Keeiko yang tidur sembari menempelkan terasi di hidungnya yang harga 500an itu loh. Apakah ini hobi baru suaminya? Mencium bau-bauan tidak sedap nan bangkai. “Hanya saja...?” Olive mengulanginya. Myli menghembuskan napasnya lalu keluar dari kamar. Lebih tepatnya menjauh dari Keeiko. Laki-laki

  • Dicintai Ugal-ugalan Oleh Pria Mapan   Bab 55. Makan bijinya?

    “Olla!”“Sudah merasa bisa hidup sendiri?! Ditelepon tidak di angkat, disms tidak dibaca sama sekali.” Pintu apartementnya terbuka secara tiba-tiba. Waktu tidurnya jadi terganggu. Ia kaget, benar-benar kaget. Olla menyesal telah memberitahu wanita itu tentang pinnya. ​“PADAHAL AKU SUDAH MENYIAPKAN RENCANA LAGI UNTUK KAU LAKSANAKAN!” Ujar Sereya kesal. Dia sangat butuh Olla. Tapi perempuan itu seakan menghindarinya terus menerus. “Gagal lagi. Kau memang tidak bisa diharapkan.” “Ck, sudahlah. Mending kau pergi saja dari sini.” Usir Olla yang terlihat sangat setres. “Apa katamu?!” Sereya mendelik tidak percaya mendengar kalimat buruk itu. “Kau sudah merasa tidak butuh aku lagi, makanya bersikap angkuh seperti ini. Dasar mata duitan!” Olla terpancing oleh kata-kata itu. Dia pun berteriak. “SEENAKNYA SAJA KAU! AKU KENA TIPU SEBESAR 450JUTA. BISA KAU MEMBANTU MENGEMBALIKANNYA?!” Itu bukan uang yang sedikit. Mustahil bisa dapat sebesar itu dalam waktu dekat kecuali melakukan pencur

  • Dicintai Ugal-ugalan Oleh Pria Mapan   Bab 54. Tidak biasa

    Keeiko mengajaknya pulang ke rumah. Myli pun setuju, lama-lama di hotel juga tidak merasa bebas. “Kau rese sekali, tunggu saja di kasur. Kalau menempeli ku seperti ini, aku merasa gerah dan sesak.” Ini mau maju dua langkah rasanya berat. Sudah tubuh Keeiko besar mirip kingkong. Tidak biasanya seperti ini. Wajar sih sedang sakit, kelakuannya mirip toddler. “Aku merasa tidak baik-baik saja saat kau menjauhi ku.” “Setidaknya aku bergerak masih di dalam sini... Dan kau bisa memantauku langsung dengan mata terbuka. Apa yang kau resahkan...” Myli sedang memikirkan secara logika, cara membuka koper tanpa duduk tanpa jongkok. Lah ini sela-sela jari jempolnya sudah dilatih untuk membuka resleting koper itu, tapi rasanya bikin emosi karena meleset terus. Kesabarannya tidak lah setebal emas antam 1000gram. Dirinya lagi-lagi harus bersikap alay untuk membujuk laki-laki itu. Merasa malu sih. Dia itu kalau sedang sibuk tanpa diganggu, selesainya malah lebih cepat. Kalau ditempeli begini bawaa

  • Dicintai Ugal-ugalan Oleh Pria Mapan   Bab 53. Demam

    “Aku... Aku tidak ingin terpisah denganmu. Tapi kalau takdir sudah menjemput, aku terpaksa akan mengikhlaskanmu.” “Kau tahu kan Myli...? Bahwa aku benar-benar dan sangat mencintaimu. Dari awal dan akhir hayatku.” Bibirnya bergetar hebat. Myli mengangguk sekaligus menatapnya seksama. Mata pria itu terpejam. Meringkuk dan menggigil secara bersamaan. Dia tidak tahu harus bagaimana selain mendengarkan terlebih dahulu hingga selesai. “Jika diambil sekarang, aku tidak ingin sama sekali. Karena masih ingin memiliki anak bersamamu dan hidup mendampingi mereka. Aku harap aku masih sempat berada di posisi itu.” Matanya berkaca-kaca saat terbuka. “Sadar lah, umurmu masih sangat panjang. Apa yang kau khawatirkan...?” Ucap Myli. “Hentikan omongan itu, Keeiko. Kau hanya tinggal Istirahat dan meminum obat.” Lanjutnya berusaha melepaskan tangannya yang dicekal erat. Kalau begini mana bisa membantu menyembuhkannya. “Kenapa tidak dari dulu-dulu saja kau ku nikahi. Andai dari dulu, pasti sekarang

  • Dicintai Ugal-ugalan Oleh Pria Mapan   Bab 43. Ada apa?

    “Aku merasa sangat dimanjakan.” Olive sampai ketiduran karena relax sekali. Ternyata Keeiko pintar sekali dengan mendatangkan 2 Terapist Spa. Olive kecipratan deh jadinya. Pertama kalinya ini Spa. Biasanya panggil tukang urut, lebih ramah budget soalnya. Entah berapa jam mereka berbaring, yang

  • Dicintai Ugal-ugalan Oleh Pria Mapan   Bab 37. Wuuuhh

    Keesokan harinya. “Aku sangat terganggu melihat penampilan mu yang sekarang. Tidak ada angkuh-angkuhnya seperti saat jabatanmu masih tinggi. Bukan kau sama sekali...” Ujar Prity ketika melewatinya dengan membawa tumpukan piring.“Tidak usah diingatkan! Ini harus ku antar ke lantai berapa?! Dasar o

  • Dicintai Ugal-ugalan Oleh Pria Mapan   Bab 36. Beri aku bayi!

    Ini lah yang tidak disukai Myli, belum cerita sampai habis tapi sudah ingin menangis duluan. Dia menangis karena tidak menyangka mampu bertahan bertahun-tahun hingga sekarang. Tidak bund1r di saat sedang setres sudah pencapaian yang luar biasa. Keeiko menangkap inti ceritanya, tentang pembully

  • Dicintai Ugal-ugalan Oleh Pria Mapan   Bab 32. Kau Sudah Tahu!

    Berbanding terbalik dengan sikapnya yang tadi arogan. Mereka berdua saat ini justru berdiri terdiam dan tidak berdaya. Keeiko berjalan ke sana ke mari di sekitaran mereka. Begitu Keeiko hadir, seakan bagai penampakkan bagi keduanya. Menyeramkan sekaligus mengagetkan. “Sudah merasa bangga menghin

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status