Ara bangun dengan tubuh yang terasa berat. Tidurnya tidak nyenyak—mimpi tentang keluarganya, tentang Arga, tentang semua yang terjadi.Zayn sudah bangun lebih dulu, duduk di meja sarapan sambil membaca tablet. Begitu melihat Ara bangun, dia langsung berdiri."Pagi. Kamu tidur nyenyak?" tanyanya sambil membantu Ara duduk."Lumayan." Bohong. Tapi Ara tidak mau bikin Zayn khawatir.Pelayan menyajikan sarapan—roti panggang, telur, salad buah, dan segelas susu hangat. Semua terlihat sempurna seperti foto di majalah."Mama belum turun?" tanya Ara."Mama ada meeting pagi. Papa juga sudah berangkat ke kantor." Zayn menuangkan susu ke gelas Ara. "Jadi hari ini kita berdua aja."
Terakhir Diperbarui : 2026-02-07 Baca selengkapnya