Ara duduk di sofa ruang tamu dengan selimut di bahu—masih gemetar. Zayn duduk di sampingnya, memegang tangannya erat—tidak mau melepasnya bahkan sedetik.Nadine duduk di sofa seberang—dengan dua bodyguard Zayn yang berdiri di sampingnya, memastikan dia tidak kabur.Wajah Nadine... hancur. Makeup luntur karena air mata, rambut berantakan, tatapannya... kosong."Aku sudah telepon polisi," kata Zayn dingin. "Mereka akan datang dalam 10 menit. Kamu akan ditangkap untuk penculikan, pengurungan, dan—""Lakukan itu," potong Nadine dengan suara yang sangat tenang—terlalu tenang. "Dan aku akan bocorkan semua rahasia keluarga Alaric ke media. Semuanya."Zayn menegang."Pembunuhan Anindya Larasati oleh Ezra atas perintah Tuan Alaric. Pembunuhan Arga Mahendra. Semua transaksi ilegal. Suap. Korupsi. Pencucian uang." Nadine menatapnya dengan senyum tipis yang mengerikan. "Aku punya bukti. Semua bukti. Rekaman, dokumen, saksi.
Read more