Di luar jendela toko bunga, cahaya matahari yang lembut memantul di jalanan batu yang mulai dipenuhi orang-orang yang pulang kerja. Suasana kota tetap hidup seperti biasa, kendaraan berlalu, orang berjalan santai, beberapa turis berhenti mengambil foto.Namun di dalam toko bunga kecil itu, dunia Elara terasa seperti berhenti. Ia berdiri di belakang meja kasir, tetapi pikirannya sama sekali tidak berada di sana.Tangannya memegang selembar kertas pesanan, namun matanya tidak benar-benar membaca apa pun.Pikirannya hanya dipenuhi satu kalimat.Menikahlah denganku.Suara Damian masih terasa sangat jelas di kepalanya. Tenang.dan datar. Seolah dia hanya menawarkan sesuatu yang sangat biasa.Elara menghembuskan napas pelan, mencoba menenangkan dirinya. Namun semakin ia mencoba menenangkan diri, semakin keras pikirannya berputar.Lucas dengan proyeknya yang runtuh, investor pergi, bisnisnya berada di ambang kehancuran, dan sekarang satu-satunya orang yang mungkin bisa membantu adalah Damian.
Read more