Bel pintu itu masih bergetar pelan ketika Elara membuka matanya.Aroma bunga menyergapnya dengan kekuatan yang nyaris membuat lututnya melemah. Mawar, lili, peony, dan bunga-bunga liar yang dulu sering ia ambil langsung dari pasar pagi. Semua bercampur menjadi satu wangi khas, bukan sekadar harum, tapi penuh kenangan. Aroma yang pernah menempel di kulitnya, di rambutnya, di pakaiannya, hingga ia sering lupa bahwa tidak semua orang hidup di antara bunga.Untuk beberapa detik, Elara hanya berdiri di ambang pintu. Dunia di luar seakan tertutup begitu saja, digantikan oleh ruang yang terlalu ia kenal. Tata letaknya hampir sama. Rak kayu itu masih di tempatnya. Meja kasir masih di sudut yang sama. Bahkan noda kecil di lantai dekat vas besar, noda air lama yang dulu tak pernah benar-benar bisa ia hilangkan, masih ada. Dadanya terasa bergetar.“Permisi,” suara Sofia terdengar dari balik rak, sibuk dengan rangkaian bunga. “Mohon tung....”Kalimat itu terhenti. Sofia menoleh. Wajahnya memucat
最終更新日 : 2026-02-05 続きを読む