Damian tidak menunggu lama. Ia merapikan jasnya dengan gerakan tenang, seolah apa pun yang baru saja terjadi hanyalah jeda singkat dalam rutinitas hariannya. Tatapannya sempat bertahan beberapa detik pada Elara, tatapan yang tidak menuntut, tidak juga meminta, lalu ia melangkah menuju pintu depan. “Aku pergi dulu,” katanya singkat.Tidak ada tambahan, tidak ada janji, tidak ada penegasan. Hanya pernyataan yang terdengar biasa, tapi meninggalkan ruang kosong yang langsung terasa.Elara mengangguk. “Hati-hati,” ucapnya pelan, terlalu pelan untuk disebut perlu.Damian membuka pintu. Lonceng di atasnya berbunyi ringan, ceria, sangat tidak selaras dengan denyut jantung Elara yang masih berantakan. Pintu menutup kembali. Damian pergi, dan bersama kepergiannya, toko terasa sangat sunyi.Elara berdiri kaku beberapa saat di belakang meja kasir. Tangannya masih sedikit gemetar saat ia menyentuh permukaan kayu. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba mengembalikan ritme tubuhnya ke sesuatu yang no
最終更新日 : 2026-02-10 続きを読む