Roma berubah menjadi kota yang gelisah. Setiap malamnya tidak memberikan ketenangan karena dalam dua malam berturut-turut, beberapa tempat perkumpulan klan mafia terbakar habis. Gudang senjata, bar rahasia, rumah lelang ilegal, semuanya runtuh dengan pola yang sama, datang tanpa peringatan, hancur tanpa sisa. Tidak ada tuntutan, tidak ada pesan. Hanya satu nama yang beredar di bisikan orang-orang bawah tanah. Damian Morreti. Dia tidak lagi berburu informasi. Dia sedang menghukum dan meluapkan amarahnya. Di sebuah ruang rapat keluarga Morreti, udara terasa lebih dingin dari biasanya. Giovanni duduk di kursi utama sebagai kepala klan Morreti, jas hitamnya rapi, ekspresinya tenang, terlalu tenang untuk ukuran seseorang yang tengah menghadapi badai. Di sekeliling meja, para tetua dan perwakilan klan besar Roma saling melirik dengan wajah tegang.“Roma tidak pernah sekacau ini,” ucap salah satu tetua dengan nada tertahan. “Dan semua jejak mengarah pada putramu, Giovanni.”Giovanni mengan
آخر تحديث : 2025-12-29 اقرأ المزيد