Elara duduk di kursi penumpang dengan tubuh tegang, tangannya menggenggam ujung jaket sampai buku-buku jarinya memutih. Kota Roma bergulir di luar jendela seperti lukisan yang diputar cepat, lampu pagi, bangunan batu tua, bayangan orang-orang yang belum tahu bahwa di salah satu mobil hitam tanpa plat itu, seorang wanita sedang memutus nasibnya sendiri.Lucas menyetir tanpa banyak bicara. Wajahnya tenang, terlalu tenang. Rambutnya rapi, jas gelapnya sederhana, tidak mencolok, tidak pula terkesan berbahaya. Tapi Elara tahu, orang-orang paling berbahaya di dunia Morreti justru selalu terlihat seperti itu.“Kita hampir sampai,” ucap Lucas akhirnya, suaranya rendah dan datar, seperti seseorang yang sedang memberi kabar cuaca.Elara tidak menjawab. Ia hanya mengangguk tipis, matanya tetap waspada. Setiap kali mobil berbelok, jantungnya berdegup lebih cepat. Ia membayangkan Damian. Tatapan gelap itu. Nada dingin yang bisa berubah menjadi hukuman tanpa suara. Ia tahu, setiap detik yang berlal
Last Updated : 2026-01-12 Read more