Giovanni Morreti tidak pernah memenjarakan dengan rantai. Dia menggunakan rasa aman. Elara mulai menyadari itu sejak hari ketiga di Roma. Tidak ada kamar terkunci, tidak ada penjaga di ambang pintu, ia boleh berjalan di taman belakang, membaca di perpustakaan tua, bahkan memilih gaun sendiri dari lemari yang dipenuhi pakaian baru-semuanya pas di tubuhnya, seolah telah diukur jauh hari."Signor Giovanni ingin Anda merasa seperti di rumah," ujar wanita paruh baya yang selalu menemaninya, suaranya lembut dan konsisten. "Ini cemilan dan minuman kesukaan Anda." Wanita itu meletakkan di meja. "Signor Giovanni sebentar lagi datang berkunjung."Benar saja, Giovanni akhirnya muncul sore itu. Dia tidak datang dengan ancaman, tidak pula dengan bentakan. Dia duduk berhadapan dengannya di ruang makan kecil, menyuguhkan teh hangat dan kue sederhana."Aku minta maaf," ucap Giovanni pelan, tanpa basa-basi. "Caraku mungkin mengejutkanmu."Elara menatapnya waspada. "Anda menculik saya?" Ia bertanya tan
آخر تحديث : 2025-12-22 اقرأ المزيد