Tanpa ada penyelidikan sampai ke akar-akarnya, Shen Liu Zi tahu kematian babi Hei Shan, pasti ada keterkaitannya dengan Gu Qingren. Shen Liu Zi tidak mendatangi gadis penyakitan itu, melainkan menurunkan satu perintah, “Bawa kepalanya ke dapur, dan panggil Kepala Xun kemari.” Yu Li segera mengikuti. Tak berselang lama, kepala Xun sudah berdiri di ambang pintu menunduk hormat. “Nyonya Shen memanggil hamba.” Pandangan Shen Liu Zi terangkat, tatapannya langsung jatuh ke sosok kepala Xun yang bersikap penuh hormat di sana. “Masuklah, Kepala Xun!” suruh Shen Liu Zi, “ada hal yang harus aku diskusikan denganmu.” Kepala Xun melangkah masuk sesuai instruksi Shen Liu Zi, sementara di sisi lain .... Paviliun timur terasa sunyi bak pemakaman pribadi. Namun, di dalam ruangannya, Gu Qingren dan pelayannya tengah bersulang arak ringan diikuti senyum tipis masing-masing. “Asal punya banyak uang, wanita bernama Chu Qioa ini benar-benar bisa diandalkan,” ujar pelayannya lirih nyaris tid
Ler mais