Mata pria kurus kering itu menerawang jauh.Dengan pandangan berkaca-kaca, dia mulai berkata, “Kami memiliki hutang berbunga pada Bupati Da Tong. Namun, beberapa tahun terakhir ini, bisnis ku kurang menghasilkan. Jangankan untuk membayar hutang, kalau membayar pekerja saja selalu kurang. Ditambah, dua tahun terakhir, aku mendadak sakit-sakitan. Alhasil, bisnis terbengkalai, hutang kian menumpuk.Untungnya kami belum punya anak, jadi istriku pamit pergi ke keluarganya untuk meminta bantuan. Dan entah bagaimana ceritanya, dia bilang mendapat tawaran bekerja di istana.Aku sudah melarangnya, tapi dia meyakinkan, hanya akan bekerja sampai hutang lunas.Aku pun setuju tanpa daya. Lalu, sehari sebelum dia berangkat ke kota Kekaisaran, dia bilang ingin membeli manisan kesukaannya dulu di sudut pasar, dan sejak saat itulah dia tidak pernah kembali.”Di kata terkahir, air mata pria kurus kering bernama Bi Zhi itu akhirnya jatuh tumpah ruah; antara menyalahkan diri sendiri sekaligus kehilangan
Read more