Hans menghela napas. Sorot mata yang tak bisa di artikan, ia alihkan pada Rey yang masih terdiam di sampingnya. “Sebaiknya kamu keluar, saya ingin berbicara berdua bersama Istri saya tentang anak kami.”Rey yang tak terima, bergegas menjawab. “Maaf, tapi Arya anak saya bukan anak anda. Jadi sudah sepantasnya, saya juga tau apa yang terjadi pada putra saya.”Senyum sinis di wajah Hans, terpancar jelas. “Anak kamu? Mungkin secara biologis, iya! Tapi ingat, orang yang Arya yakini sebagai Ayah dan selalu ada di sampingnya itu saya bukan kamu ataupun orang lain.”Rey tentu merasa marah atas ucapan Hans yang sebenarnya adalah fakta. “Ya saya tau itu, tapi anda juga tetap tak bisa menyangkal bahwa Arya adalah putra saya.”Hans mulai memperlihatkan raut wajah yang mengejek. “Saya tau itu, tapi...”“Cukup!” Bukan suara Rey, tapi suara Aina lah yang seketika menghentikan ucapan Hans yang belum selesai.Hans menatap Aina dengan raut wajah yang tak terima. Aina tak mengindahkan tatapan
Baca selengkapnya