Ajakan tak terduga itu, tentu membuat Aina tak menyangka. Bola matanya membulat sempurna. Tatapan tercengang tampak jelas di matanya. “Kamu mabuk ya?” tanyanya karena merasa kegilaan pria ini, karena sedang mabuk.Rey menggelengkan kepalanya. Dengan matanya yang tampak cekung, seperti orang yang tak pernah tidur. Ia menatap wajah Aina dalam diam.Merasa tak ada ciri-ciri Rey yang seperti orang mabuk. Aina menghela napas lega. Lalu tanpa sengaja, ia terpikirkan kemungkinan satu alasan, yang membuat Rey mengajak hal gila itu. “Apa itu karena kamu ingin, hal ini menjadi kado perpisahan kita?”Rey terkejut. Dirinya sungguh tak menyangka, bahwa Aina berpikiran sejauh itu. Namun, belum sempat dirinya menyangkal. Tiba-tiba saja Aina kembali berkata.“Yasudah kalo gitu, ayo kita lakukan.” Ucap Aina dan dengan segera menyatukan bibir mereka.Seperti terhipnotis, Rey tanpa sadar melupakan sangkalan yang belum ia utarakan. Tampak pria itu yang sudah kehilangan akal, membalas ciuman Aina tak kal
Last Updated : 2026-02-03 Read more