Malam harinya, tampak di ruang makan yang besar. Hans, Aina serta Arya sedang menikmati makanan mereka dalam keheningan. Di tengah suasana keheningan itu. Hans yang sudah menyelesaikan makannya dan juga melihat Aina dan Arya pun sudah selesai, mulai membuka suara. “Aina! Arya!” Ibu dan Anak yang dipanggil itu, seketika secara bersamaan menatap Hans. Tatapan penuh tanda tanya mereka pancarkan. Hans menatap silih berganti, antara Aina dan Arya. Sorot mata serius lah yang terlihat dari tatapannya itu. “Eum… aku cuma mau bilang. Kita kan udah lama banget ga liburan, jadi gimana kalo lusa kita bertiga ke Bali.” Aina yang terkejut dengan ajakan tiba-tiba Hans, tentu saja bergegas bertanya. “Ko mendadak?”Hans menghela napas pelan. Tatapan lembut, ia perlihatkan pada istrinya, Aina. “Ya, gapapa. Aku cuma pengen aja, kita lebih banyak ngabisin waktu bersama.” Ucapnya secara serius. “Arya mau kan, pergi liburan sama Ayah dan Bunda?” Sekarang, ia juga memulai percakapan dengan Arya yang da
Read more