Malam harinya. Tampak Rey membereskan kopernya karena memutuskan untuk pulang ke rumah saja, setelah pertengkarannya tadi pagi dengan Aina.Disela membereskan koper, ia mendengar suara ketukan seseorang di depan pintu kamar. Dengan langkah cepat, Rey mulai berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa orang yang mengetuk pintu itu.Saat pintu terbuka, terlihat jelas Dini lah orang yang mengetuk pintunya.Melihat keberadaan Dini, kening Rey mulai berkerut heran. “Ada apa?” tanyanya dengan dingin.Senyum manis yang awalnya terpancar cerah di wajah Dini. Tentu saja langsung menghilang, saat dirinya mendengar ucapan Rey yang tak bersahabat. “Ini Pak, saya bawain kopi buat Bapak.“ Ucapnya yang sekarang mulai mengangkat salah satu tangannya yang memang sedang menenteng satu cup kopi.Tanpa merubah ekspresi dinginnya, Rey berkata. “Bawa lagi aja, saya lagi ga mau minum kopi!”Helaan napas kasar terdengar jelas dari mulut Dini. “Bukannya hari ini, Bapak mau selesain pekerjaan supaya besok bisa
Read more