Setengah jam kemudian, Nawang sudah berdiri di depan gerbang rumah sakit.Ia mengeluarkan ponsel, berniat memesan taksi online.Namun sebelum sempat menekan layar, sebuah mobil berhenti perlahan di hadapannya.Mobil Pak Bambang.Kaca jendela diturunkan."Mau ke mana, Nawang?” tanya Pak Bambang."Saya mau pulang, Pak,” jawab Nawang sopan."Ayo, sekalian saya antar,” ucap Pak Bambang. “Masuk.”Nawang ragu sejenak.Namun kemudian ia teringat—bagaimanapun juga, Pak Bambang adalah pakliknya. Adik dari Pak Gatot. Keluarga, meski hubungannya rumit dan penuh rahasia.Ia mengangguk.“Terima kasih, Pak.”Nawang masuk ke dalam mobil. Mobil pun melaju pelan, membelah jalan dengan tenang. Dari speaker terdengar alunan gamelan lembut, mengisi kabin dengan suasana teduh yang menenangkan.Pak Bambang melirik sekilas ke arah Nawang."Kamu nyaman tidak mendengar musik gamelan begini?” tanyanya sambil tetap fokus ke jalan.Nawang tersenyum kecil.“Bukan cuma nyaman, Pak. Saya suka banget,” jawabnya juju
Dernière mise à jour : 2025-12-21 Read More