Udara dapur mendadak membeku.Oma Laras, dengan wajah geram, melangkah maju."Kamu masih berani ke sini setelah semua kekacauan yang kamu sebabkan?" bentaknya tajam, matanya menyorot penuh kemarahan.Nawang berdiri perlahan. Wajahnya datar. Tidak terlihat emosi apa pun di sorot matanya."Yang Kenes alami itu murni musibah. Ia ditabrak anak remaja yang baru belajar mengemudi. Jadi, tidak ada hubungannya dengan saya," jawab Nawang dingin."Masih berani menjawab, kamu, ya?" Oma Laras menunjuk wajah Nawang dengan geram.Pak Gatot langsung maju selangkah."Bu," tegurnya keras tapi tertahan, "jangan bicara seperti itu."Oma Laras menoleh tajam ke arah putra sulungnya."Kenapa kamu terus membelanya? Tidak biasanya kamu peduli pada orang asing. Ingat ya, Tot. Yang keponakan kamu itu Kenes, bukan anak ini!"Pak Gatot menarik napas panjang, berusaha menahan emosi."Aku bukan membela. Aku hanya meluruskan. Nawang memang tidak bersalah, Bu. Polisi sudah menjelaskan, bahkan anaknya juga sudah dita
Dernière mise à jour : 2026-01-02 Read More