Regan menyandarkan punggung, menatap lurus ke jalan, sementara rahangnya mengeras tipis. Ia yakin Rico sudah mengurus masalah ini dengan baik, tapi kenapa namanya tiba-tiba terseret setelah satu tahun kejadian itu berlalu? Di sampingnya, Clara berusaha membaca pikiran Regan. Ia memang bukan cenayang, tapi ia tetap bisa membedakan saat pria itu sedang memikirkan sesuatu. Hans melirik lewat kaca spion. “Tuan muda, kita langsung ke kantor pusat kepolisian?” Regan tidak menoleh ataupun mengangguk. Ia hanya menjawab singkat, “Ikuti saja," katanya. "Regan, kamu tahu aku akan selalu bersamamu, kan?" ucap Clara tanpa akhirnya. Regan akhirnya menoleh dengan sebuah senyum tipis di bibir. "Aku tahu, Bee." "Aku tidak akan pergi apapun yang terjadi!" tegas Clara lagi. Regan menghela napas pelan, seolah kalimat Clara baru saja menyatakan bahwa perempuan itu akan ikut menceburkan diri bersamanya. Ia mengangkat tangan Clara lalu mencium kulit punggungnya yang lembut. “Aku tidak meraguka
Read more