Perempuan itu melangkah mendekat, melepas kacamatanya perlahan. Wajahnya jelas, anggun dengan garis tegas yang matang.Regan menghela napas panjang, lalu menoleh pada Clara yang terlihat kebingungan.“Bee, ini ibuku," jelas Regan akhirnya. Clara sempat membeku. Ia sungguh tidak mengenali sosok anggun yang masih terlihat sangat muda itu, lalu buru-buru meminta maaf."Maaf, Tante, saya sudah bersikap tidak sopan." Maria tersenyum lebar. Matanya biru seperti milik Regan."Tidak apa-apa, cantik," ucapnya ramah, lalu menggenggam kedua tangan Clara. "Kamu pasti terkejut karena suamimu 'diculik' oleh perempuan asing."Maria hanya ingin bergurau dengan menantunya, tapi putranya sendiri justru bersikap terlalu waspada seolah ia akan menyakiti Clara. "Aku tidak bermaksud membuatmu cemas," ucapnya lagi dengan senyum yang tetap menghias di wajahnya. Clara menggeleng. "Saya senang karena akhirnya bisa bertemu Tante.""Jangan memanggilku seperti itu." Maria membawa Clara duduk di sofa tanpa mel
Terakhir Diperbarui : 2026-01-13 Baca selengkapnya