Tubuh Clara terdiam tak bergerak di sisi pembatas beton. Darah mengalir dari pelipisnya, membasahi aspal yang dingin. Matanya setengah terbuka, pandangannya kosong, napasnya tersengal tipis seperti nyala lilin yang hampir padam. Motor Regan berhenti beberapa meter darinya dengan suara decit yang menusuk. Ia terhuyung turun, helm terlepas begitu saja dari kepalanya. Untuk sesaat, dunia terasa hening hingga detak jantungnya sendiri terdengar memekakkan. “Clara…” Regan berlutut, tangannya gemetar saat menyentuh leher perempuan itu, mencari denyut nadi. Lemah, tapi masih ada. Napas yang tertahan di dadanya akhirnya keluar kasar. Lampu merah-biru mobil polisi menyapu jalan dari kejauhan, sirene semakin mendekat. Regan mengangkat kepala, matanya menyala marah ketika melihat lampu belakang van Edward menghilang di tikungan. “Bajingan…” Clara mengerang pelan, alisnya berkerut seolah kesakitan yang menahannya di ambang sadar. Regan segera membuka jaketnya, menekan kain tebal
Last Updated : 2025-12-20 Read more