Sirene mobil ambulans memecah kesunyian pagi ketika Clara dibawa masuk ke Rumah Sakit Mananta. Para perawat bergerak cepat bukan hanya karena keadaan darurat, tapi karena nama Mananta tercantum jelas di berkas pasien.Tubuhnya masih dingin, bibirnya pucat, dan matanya kosong menatap langit-langit lorong yang bergerak cepat di atas kepalanya. Sean menggenggam tangannya sepanjang perjalanan, seolah satu detik saja ia melepas, Clara akan kembali tenggelam ke tempat gelap yang sama.Di lantai atas, Clara dipindahkan ke ruang rawat khusus. Tirai ditutup, monitor menyala dan detak jantungnya stabil menandakan bahwa tidak ada luka fisik yang serius. Beberapa saat kemudian, Alex keluar dari ruang pemeriksaan dan menghampiri Sean. “Secara fisik, kondisi Nona Clara baik,” ucapnya tenang. “Tidak ada luka serius, paru-paru juga bersih. Tubuhnya hanya mengalami hipotermia ringan.”Sean mengembuskan napas lega yang sejak tadi tertahan. Namun ketenangan itu hanya bertahan sesaat.“Masalahnya buka
Last Updated : 2025-12-18 Read more