“Jadi, kamu tidak menyukai toko barunya?” tanya Regan sambil sedikit menyandarkan punggung pada kursi. Sejak tadi, Clara belum menyentuh pastanya sama sekali. Ia hanya mengaduk-aduknya pelan dengan garpu. “Bukan begitu. Aku suka…” Clara menarik napas pendek. “Tapi caramu memutuskan sepihak itu membuatku kesal."Ia mendongak sekilas, menatap Regan dengan sorot kecewa, lalu kembali menunduk menatap piringnya.“Seharusnya kamu membicarakannya dulu denganku."Regan mencondongkan tubuh, meraih garpu dari tangan Clara tanpa izin. Clara sempat memandangnya bingung, tapi Regan hanya tersenyum kecil seakan tahu apa yang ia lakukan. Tanpa bicara, ia menarik piring pasta Clara ke hadapannya.“Aku sudah mengatakannya waktu itu.”Ia memutar garpu, mengambil sedikit pasta, lalu menyodorkannya ke bibir Clara.Namun, Clara tidak langsung membuka mulut. Alisnya terangkat, rasa kesal masih menahan gerakannya.“Kapan?” tanyanya, mengabaikan suapan itu. Tapi Regan tetap menunggu, tangannya masih terulu
Last Updated : 2025-12-08 Read more